Anak-anak Australia Kini Bisa Tentukan Jenis Kelaminnya di Akta Kelahiran

Kamis, 29 Agustus 2019 - 07:02 WIB
Anak-anak Australia...
Anak-anak Australia Kini Bisa Tentukan Jenis Kelaminnya di Akta Kelahiran
A A A
CANBERRA - Negara bagian di Australia, Victoria, kini telah memungkinkan transgender dan beragam jenis kelamin lainnya untuk mengubah jenis kelamin mereka pada akta kelahirannya. Victoria menjadi negara bagian kelima yang memberlakukan kebijakan ini.

Undang-undang yang mengatur tentang akta kelahiran itu telah disahkan parlemen negara bagian dengan dukungan 26-14 pada Selasa malam. Ini artinya akan secara resmi menjadi hukum setelah menerima persetujuan kerajaan.

Di bawah undang-undang baru, seorang transgender akan memiliki kebebasan untuk memiliki dokumen hukum mereka yang mencerminkan jenis kelamin yang mereka identifikasi secara sosial bahkan sebelum menjalani operasi penggantian kelamin.

Anak-anak juga dapat mendaftarkan diri untuk mengubah jenis kelamin mereka atau memilih deskriptor non-biner pilihan mereka dengan izin dari orang tua mereka. Sebuah pernyataan dari seorang psikolog atau dokter juga perlu menyertai pengajuan untuk anak di bawah umur.

"Bukti antar negara dan internasional menunjukkan bahwa walaupun tidak banyak orang yang mengambil opsi ini, itu hanyalah pilihan yang ada di sana," kata Menteri Kesetaraan Martin Foley kepada 3AW.

"Ini pilihan untuk memastikan bahwa dokumen identitas mencerminkan realitas kehidupan yang dijalani orang," imbuhnya seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (29/8/2019).

Victoria bergabung dengan Tasmania, Wilayah Utara, Australia Selatan dan ACT yang juga telah mengesahkan undang-undang serupa.

Pada bulan April Tasmania adalah negara bagian pertama yang memasukkan pencatuman itu di akta kelahiran.

Aktivis keberagaman gender membawa keputusan ini ke media sosial untuk merayakan keberhasilan, yang menandai kemenangan signifikan dalam perjuangan untuk kesetaraan waria di Australia.

Jaksa Agung Jill Hennessy mengatakan reformasi sudah terlambat, setelah pemerintah Andrews gagal melihat mereka melewati parlemen pertama kali pada tahun 2016.

"Reformasi yang terlambat ini akan memastikan bahwa orang-orang trans dan gender yang beragam dapat memiliki akta kelahiran yang mencerminkan identitas mereka yang sebenarnya," katanya dalam sebuah pernyataan di Twitter.

"Hal kecil bagi banyak orang, tetapi itu berarti dunia yang berbeda bagi orang lain," imbuhnya.

Sebelumnya, perubahan nama formal pada dokumen hukum seperti akta kelahiran diperlukan untuk menjalani operasi penggantian kelamin sebelum disetujui.

"Persyaratan operasi saat ini mengirimkan pesan yang menyakitkan dan salah bahwa ada sesuatu yang salah dengan menjadi trans atau beragam gender yang perlu diperbaiki. Itu sebabnya kami menghilangkan penghalang yang kejam dan tidak adil ini," tukas Hennessy.
(ian)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
32 menit yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
1 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
2 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
4 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
4 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved