Perseteruan Korsel-Jepang Bikin Pentagon Ketar-ketir

Kamis, 29 Agustus 2019 - 05:45 WIB
Perseteruan Korsel-Jepang...
Perseteruan Korsel-Jepang Bikin Pentagon Ketar-ketir
A A A
WASHINGTON - Perseteruan antara Korea Selatan (Korsel) dengan Jepang menjadi perhatian bagi Pentagon. Menurut Pentagon, perseteruan kedua sekutu pentingnya di Asia itu hanya akan menguntungkan China, Rusia, dan Korea Utara (Korut).

Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Keamanan Indo-Pasifik Randall Schriver mengatakan keputusan sepihak Korsel untuk mengakhiri pakta berbagi intelijen militer dengan Jepang membuat Asia timur laut rentan terhadap tantangan keamanan dari China, Rusia dan Korut.

"Satu-satunya pemenang ketika Jepang dan Korea Selatan berseteru adalah pesaing kami," kata Schriver kepada Center for Strategic and International Studies.

"Kami hanya harus melihat patroli baru-baru ini oleh pesawat Rusia dan China sebagai tantangan langsung ke tiga negara kami dan upaya untuk mengambil keuntungan dari gesekan saat ini," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (29/8/2019).

Schriver mengatakan AS khawatir berakhirnya pembagian intelijen mencerminkan kesalahpahaman serius oleh pemerintahan Presiden Korsel Moon Jae-in mengenai tantangan keamanan di Asia Timur Laut dari China, Rusia dan Korut.

"Permusuhan historis dan pertikaian politik (antara Korea Selatan dan Jepang) harus dipisahkan dari kerja sama militer dan keamanan vital," ujar Schriver.

Dalam konfrontasi ketegangan bulan lalu yang melibatkan pesawat dari Korsel, Jepang, Rusia dan China, Seoul mengklaim telah menembakkan tembakan peringatan ke pesawat militer Rusia di atas Laut Jepang - sebuah pengakuan yang diperselisihkan oleh Moskow. (Baca juga: Usir Pesawat Rusia, Korsel Berikan Ratusan Tembakan Peringatan )

Jepang mendukung klaim Korsel, mengatakan Tokyo telah mengirim jet tempur untuk mencegat pesawat Rusia dan dua pembom China telah bergabung dengan pesawat Rusia. (Baca juga: Kacaunya Kofrontasi Pesawat Tempur 4 Negara, Termasuk Korsel-Rusia )

Permusuhan dimulai dengan Korsel menuntut pembayaran dari bekas penguasa kolonial Jepang dalam perselisihan yang terjadi sebelum Perang Dunia II. Kebuntuan meningkat menjadi perang dagang diikuti oleh keputusan Korsel untuk membatalkan perjanjian 2016 untuk berbagi intelijen militer dengan Jepang tanpa AS sebagai perantara.
(ian)
Berita Terkait
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Dikritik Mirip Wajah...
Dikritik Mirip Wajah Penjajah, Dubes AS untuk Korsel Cukur Kumis
Joe Biden Yakinkan Pemimpin...
Joe Biden Yakinkan Pemimpin Jepang, Korea Selatan, dan Australia
Korut Uji Coba Rudal,...
Korut Uji Coba Rudal, Trio Korsel-AS-Jepang Gelar Latihan Anti Kapal Selam
AS, Korsel, Jepang Desak...
AS, Korsel, Jepang Desak Dunia Usir Pekerja IT Asal Korut
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
26 menit yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
58 menit yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
8 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
9 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
10 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
11 jam yang lalu
Infografis
Sistem Perang Elektronik...
Sistem Perang Elektronik Rusia Bikin Senjata NATO Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved