Taliban Sebut Negosiasi dengan AS Hampir Rampung
Rabu, 28 Agustus 2019 - 18:51 WIB
Taliban Sebut Negosiasi dengan AS Hampir Rampung
A
A
A
KABUL - Taliban mengatakan, pembicaraan damai dengan pihak Amerika Serikat (AS) hampir rampung. Bila tercapai, kesepakatan ini akan memaksa AS menarik pasukannya di Afghanistan, dengan imbalan janji Taliban bahwa negara itu tidak akan menjadi "surga" bagi para militan internasional.
Negosiasi tentang bagaimana mengakhiri perang 18 tahun di Afghanistan telah diadakan di ibukota Qatar, Doha, sejak akhir tahun lalu. Putaran pembicaraan kesembilan dimulai minggu lalu.
"Kami berharap ada kabar baik segera bagi negara Muslim kami, yang mencari kemerdekaan," kata Suhail Shaheen, juru bicara kantor politik Taliban di Doha, seperti dilansir Reuters pada Rabu (28/8).
Belum ada pernyataan resmi dari pihak AS mengenai hal ini. Namun, dua sumber yang memiliki akses dalam negosiasi mengatakan Utusa Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, yang telah memimpin perundingan, dijadwalkan berada di Kabul untuk memberi tahu Presiden Ashraf Ghani tentang perjanjian tersebut.
Sementara itu, seorang pejabat keamanan senior di Kabul mengatakan, para pejabat Taliban dan AS telah menyetujui batas waktu sekitar 14 hingga 24 bulan untuk penarikan pasukan AS. "Rincian akan dibagikan dengan pemerintah Afghanistan sebelum dipublikasikan," kata pejabat itu.
Namun, sebelumnya sejumlah petinggi Taliban menuturkan bahwa kesepakatan dengan AS, tidak mengubah sikap mereka terhadap pemerintah Afghanistan. Para petinggi Taliban itu mengatakan, perang dengan pemerintah akan terus berlangsung, hingga ada kesepakatan damai tersendiri dengan Kabul.
Negosiasi tentang bagaimana mengakhiri perang 18 tahun di Afghanistan telah diadakan di ibukota Qatar, Doha, sejak akhir tahun lalu. Putaran pembicaraan kesembilan dimulai minggu lalu.
"Kami berharap ada kabar baik segera bagi negara Muslim kami, yang mencari kemerdekaan," kata Suhail Shaheen, juru bicara kantor politik Taliban di Doha, seperti dilansir Reuters pada Rabu (28/8).
Belum ada pernyataan resmi dari pihak AS mengenai hal ini. Namun, dua sumber yang memiliki akses dalam negosiasi mengatakan Utusa Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, yang telah memimpin perundingan, dijadwalkan berada di Kabul untuk memberi tahu Presiden Ashraf Ghani tentang perjanjian tersebut.
Sementara itu, seorang pejabat keamanan senior di Kabul mengatakan, para pejabat Taliban dan AS telah menyetujui batas waktu sekitar 14 hingga 24 bulan untuk penarikan pasukan AS. "Rincian akan dibagikan dengan pemerintah Afghanistan sebelum dipublikasikan," kata pejabat itu.
Namun, sebelumnya sejumlah petinggi Taliban menuturkan bahwa kesepakatan dengan AS, tidak mengubah sikap mereka terhadap pemerintah Afghanistan. Para petinggi Taliban itu mengatakan, perang dengan pemerintah akan terus berlangsung, hingga ada kesepakatan damai tersendiri dengan Kabul.
(esn)