Houthi Klaim Rudalnya Serang Ibu Kota Saudi, Riyadh Sebut Bualan
Selasa, 27 Agustus 2019 - 09:00 WIB
Houthi Klaim Rudalnya Serang Ibu Kota Saudi, Riyadh Sebut Bualan
A
A
A
RIYADH - Pemberontak Houthi Yaman mengklaim telah menyerang sasaran militer di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dengan rudal-rudalnya. Koalisi Arab yang dipimpin Saudi menegaskan klaim pemberontak itu hanya bualan.
Klaim itu muncul sehari setelah pemberontak Yaman tersebut menembakkan sekitar sepuluh rudal balistik ke bandara Jizan. Sedangkan Koalisi Arab mengaku menembak jatuh sekitar enam misil balistik pemberontak tersebut.
Houthi melalui juru bicaranya mengklaim bahwa serangan terhadap target militer di Riyadh dilakukan dengan pesawat tanpa awak. Namun, klaim itu tak disertai bukti atau rincian dari dampak serangan.
Juru bicara Koalisi Arab Kolonel Turki al-Malki seperti dikutip Gulf News, Selasa (27/8/2019), mengatakan klaim terbaru Houthi tersebut palsu dan tipuan.
Namun, al-Malki mengakui serangan pemberontak Yaman tersebut terhadap situs-situs sipil di Jizan pada Minggu malam. Al-Malki mengatakan bahwa pihaknya telah mengintersepsi dan menghancurkan enam rudal balistik musuh.
Serangan itu bagian dari eskalasi serangan lintas-perbatasan dalam konflik empat tahun antara pasukan Houthi dan pasukan Koalisi Arab.
"Milisi Houthi terus menargetkan warga sipil melalui drone dan rudal balistik. (Itu) adalah tindakan agresi dan terorisme serta kejahatan perang menurut hukum humaniter internasional," kata al-Malki dalam sebuah pernyataan.
Uni Emirat Arab (UEA) yang menjadi bagian dari Koalisi Arab mengutuk serangan Houthi terhadap wilayah Jizan, Arab Saudi.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA menegaskan kembali solidaritas penuhnya dengan Kerajaan Saudi atas serangan pemberontak Yaman yang menargetkan warga sipil. UEA menegaskan dukungannya terhadap semua langkah yang diambil oleh otoritas Saudi untuk mengamankan keamanan dan stabilitas negara, juga pada setiap tindakan yang diambil dalam menghadapi ekstremisme dan terorisme.
Klaim itu muncul sehari setelah pemberontak Yaman tersebut menembakkan sekitar sepuluh rudal balistik ke bandara Jizan. Sedangkan Koalisi Arab mengaku menembak jatuh sekitar enam misil balistik pemberontak tersebut.
Houthi melalui juru bicaranya mengklaim bahwa serangan terhadap target militer di Riyadh dilakukan dengan pesawat tanpa awak. Namun, klaim itu tak disertai bukti atau rincian dari dampak serangan.
Juru bicara Koalisi Arab Kolonel Turki al-Malki seperti dikutip Gulf News, Selasa (27/8/2019), mengatakan klaim terbaru Houthi tersebut palsu dan tipuan.
Namun, al-Malki mengakui serangan pemberontak Yaman tersebut terhadap situs-situs sipil di Jizan pada Minggu malam. Al-Malki mengatakan bahwa pihaknya telah mengintersepsi dan menghancurkan enam rudal balistik musuh.
Serangan itu bagian dari eskalasi serangan lintas-perbatasan dalam konflik empat tahun antara pasukan Houthi dan pasukan Koalisi Arab.
"Milisi Houthi terus menargetkan warga sipil melalui drone dan rudal balistik. (Itu) adalah tindakan agresi dan terorisme serta kejahatan perang menurut hukum humaniter internasional," kata al-Malki dalam sebuah pernyataan.
Uni Emirat Arab (UEA) yang menjadi bagian dari Koalisi Arab mengutuk serangan Houthi terhadap wilayah Jizan, Arab Saudi.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA menegaskan kembali solidaritas penuhnya dengan Kerajaan Saudi atas serangan pemberontak Yaman yang menargetkan warga sipil. UEA menegaskan dukungannya terhadap semua langkah yang diambil oleh otoritas Saudi untuk mengamankan keamanan dan stabilitas negara, juga pada setiap tindakan yang diambil dalam menghadapi ekstremisme dan terorisme.
(mas)