Trump Kembali Tegaskan Tak Ingin Lakukan Perubahan Rezim di Iran
Senin, 26 Agustus 2019 - 19:26 WIB
Trump Kembali Tegaskan Tak Ingin Lakukan Perubahan Rezim di Iran
A
A
A
PARIS - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali menegaskan, ia tidak mencari perubahan rezim di Iran. Tapi, Trump menyebut dia tidak senang dengan tindakan pemerintah Iran terhadap warganya.
Berbicara di sela-sela pertemuan G7 di Prancis, Trump awalnya ditanya mengenai kedatangan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif ke lokasi pertemuan tersebut. Trump mengatakan dia menyadari kedatangan Zarif, tapi dia mengatakan masih terlalu dini untuk melakukan pertemuan.
Trump mengaku ingin melihat Iran yang kuat dan tidak mencari perubahan rezim di Teheran. "Tapi, cara warga Iran dipaksa untuk hidup tidak dapat diterima," kata Trump, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (26/8).
"Iran saat ini berada di bawah tekanan keuangan," sambungnya. Namun, Dia menolak berkomentar apakah dia akan menghapuskan sanksi minyak pada Teheran untuk membawa negara itu ke meja perundingan.
Seperti diketahui, semalam sebuah pesawat yang membawa Zarif dilaporkan mendarat di kota Biarritz, Prancis. Biarritz adalah lokasi pertemuan para pemimpin G7.
Seorang pejabat Iran, yang berbicara dalam kondisi anonim, membenarkan bahwa pesawat Zarif telah mendarat di Biarritz. "Zarif telah tiba di Biarritz," kata pejabat itu.
Pejabat itu menolak memberikan rincian mengenai agenda Zarif selama di kota tersebut. Namun, pejabat itu dapat memastikan bahwa Zarif tidak akan melakukan pertemuan dengan Trump.
Berbicara di sela-sela pertemuan G7 di Prancis, Trump awalnya ditanya mengenai kedatangan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif ke lokasi pertemuan tersebut. Trump mengatakan dia menyadari kedatangan Zarif, tapi dia mengatakan masih terlalu dini untuk melakukan pertemuan.
Trump mengaku ingin melihat Iran yang kuat dan tidak mencari perubahan rezim di Teheran. "Tapi, cara warga Iran dipaksa untuk hidup tidak dapat diterima," kata Trump, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (26/8).
"Iran saat ini berada di bawah tekanan keuangan," sambungnya. Namun, Dia menolak berkomentar apakah dia akan menghapuskan sanksi minyak pada Teheran untuk membawa negara itu ke meja perundingan.
Seperti diketahui, semalam sebuah pesawat yang membawa Zarif dilaporkan mendarat di kota Biarritz, Prancis. Biarritz adalah lokasi pertemuan para pemimpin G7.
Seorang pejabat Iran, yang berbicara dalam kondisi anonim, membenarkan bahwa pesawat Zarif telah mendarat di Biarritz. "Zarif telah tiba di Biarritz," kata pejabat itu.
Pejabat itu menolak memberikan rincian mengenai agenda Zarif selama di kota tersebut. Namun, pejabat itu dapat memastikan bahwa Zarif tidak akan melakukan pertemuan dengan Trump.
(esn)