Benny Wenda Ingin Papua Barat Merdeka dan Berdamai dengan Indonesia

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 06:15 WIB
Benny Wenda Ingin Papua...
Benny Wenda Ingin Papua Barat Merdeka dan Berdamai dengan Indonesia
A A A
JAKARTA - Pemimpin Gerakan Serikat Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda, menginginkan Papua Barat menjadi negara merdeka yang hidup berdamai dengan Indonesia dan negara tetangga lainnya. Tokoh separatis yang tinggal di Inggris ini ikut menyoroti insiden di Surabaya yang memicu demo rusuh di sejumlah wilayah di Papua.

Wenda menyambut upaya untuk meredakan ketegangan. Namun, pernyataan perdamaian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata dia, tidak cukup.

"Orang Papua tidak akan berhenti berjuang sampai kami mencapai kesetaraan, penentuan nasib sendiri dan referendum tentang kemerdekaan," katanya, dikutip The Guardian, Kamis (22/8/2019).

“Segala sesuatu yang kami perjuangkan adalah untuk kemerdekaan politik kami, dan kedaulatan kami, dan juga kami ingin menjalankan urusan kami sendiri. Itulah yang kami perjuangkan, dan untuk perdamaian, tidak ada lagi pembunuhan, tidak ada lagi pemerkosaan, kami ingin hidup damai dengan negara-negara tetangga kami seperti Australia, seperti Papua Nugini dan Indonesia," ujarnya.

Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian Australia, pemimpin ULMWP ini menyebut ada penindasan terhadap orang Papua Barat, termasuk melalui penangkapan sewenang-wenang dan operasi militer, serta kebijakan transmigrasi yang dia samakan dengan "genosida gerak lambat” terhadap orang Papua.

Wenda mengatakan insiden di Surabaya telah menyalakan api unggun rasisme, diskriminasi dan penyiksaan selama hampir 60 tahun terhadap orang-orang Papua Barat.

"Saya sendiri diludahi oleh seorang siswi Indonesia di sekolah menengah atas, hanya karena warna kulit saya. Setiap orang Papua memiliki kisah serupa untuk diceritakan. Peristiwa seperti ini menunjukkan mengapa kami telah berjuang untuk referendum kemerdekaan selama beberapa dekade," kata Wenda.

Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk mengerahkan sekitar 1.000 pasukan militer dan polisi ke wilayah Papua setelah demo meluas di wilayah tersebut. Layanan internet di wilayah itu juga diperlambat untuk mempercepat proses pemulihan keamanan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam); Wiranto, mengunjungi Papua pada Rabu malam dalam upaya untuk meredam ketegangan. Sedangkan Presiden Jokowi dijadwalkan berkunjung pada minggu depan.
(mas)
Berita Terkait
Pengamat Militer: Jokowi...
Pengamat Militer: Jokowi Harus Stop Cawe-Cawe Terlalu Jauh
Deretan Menteri Berlatar...
Deretan Menteri Berlatar Belakang Militer di Kabinet Jokowi, Bakal Bertambah Lagi?
Jokowi Minta Militer...
Jokowi Minta Militer Myanmar Buka Akses untuk Utusan Khusus Ketua ASEAN
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Lebanon vs Indonesia
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia dengan Polandia
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Australia vs Indonesia Versi GFP 2024
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
3 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
4 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
5 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
6 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
7 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
8 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved