Korsel Hentikan Kerja Sama Intelijen dengan Jepang, AS Kecewa Berat

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 04:28 WIB
Korsel Hentikan Kerja...
Korsel Hentikan Kerja Sama Intelijen dengan Jepang, AS Kecewa Berat
A A A
WASHINGTON - Korea Selatan (Korsel) secara sepihak mengakhiri perjanjian kerja sama intelijen militer dengan Jepang setelah kedua negara berseteru. Amerika Serikat (AS) yang menjadi sekutu kedua negara itu mengaku kecewa berat atas penghentian kerja sama tersebut.

Juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Dave Eastburn mengatakan bahwa AS telah menyatakan "keprihatinan dan kekecewaan yang kuat" atas keputusan Korea Selatan untuk mengakhiri pakta intelijen dengan Jepang. Dia menambahkan bahwa berbagi data intelijen sangat penting untuk kerja sama pertahanan di wilayah tersebut.

Menurut Eastburn, AS, Korsel dan Jepang lebih kuat dan lebih aman ketika ketiga negara bekerja bersama.

"Kami mendorong Jepang dan Korea (Selatan) untuk bekerja sama untuk menyelesaikan perbedaan mereka," katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Jumat (23/8/2019).

Sebelumnya, pemerintah Donald Trump mendesak Seoul untuk tidak meninggalkan perjanjian itu, karena dapat berdampak pada pembicaraan antara AS dengan Korea Utara terkait denuklirisasi.

Pakta yang diakhiri secara sepihak oleh Korsel ini bernama resmi General Security of Military Information Agreement (GSOMIA). Perjanjian ini ditandatangani pada tahun 2016 dan akan diperpanjang secara otomatis pada 24 Agustus. GSOMIA mengatur pembagian data intelijen tentang kegiatan nuklir Korea Utara dan juga kemampuan militer China yang sedang tumbuh.

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono memprotes keputusan Seoul. Menurutnya, langkah mengakhiri pakta tersebut akan berdampak pada salah penilaian secara penuh terhadap lingkungan keamanan regional.

Pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri Jepang memanggil Duta Besar Korea Selatan di Tokyo, Nam Gwan-pyo, untuk memprotes keputusan Seoul yang mengakhiri perjanjian intelijen militer.

Hubungan kedua negara ini tegang setelah pengadilan di Seoul pada Juni lalu memutuskan bahwa perusahaan-perusahaan Jepang harus memberikan kompensasi kepada para korban kerja paksa selama penjajahan Semenanjung Korea antara 1910-1945. Tokyo menegaskan bahwa masalah itu sudah diselesaikan.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Protes KTT Tiga Negara,...
Protes KTT Tiga Negara, Korea Utara Siapkan Aksi Militer
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
AS-Korsel-Jepang Jalin...
AS-Korsel-Jepang Jalin Kerja Sama Militer, Korut Kesal
Berita Terkini
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
7 menit yang lalu
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
57 menit yang lalu
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
3 jam yang lalu
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
5 jam yang lalu
Infografis
Bagi Rusia Kerja Sama...
Bagi Rusia Kerja Sama dengan Barat Sudah Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved