Bolton Tuduh China Lakukan Intimidasi di Laut China Selatan

Rabu, 21 Agustus 2019 - 05:06 WIB
Bolton Tuduh China Lakukan...
Bolton Tuduh China Lakukan Intimidasi di Laut China Selatan
A A A
WASHINGTON - John Bolton, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), menuduh China melakukan intimidasi dan berperilaku koersif di Laut China Selatan.

Tuduhan itu muncul justru setelah Pentagon meningkatkan latihan militernya sendiri di jalur-jalur kapal perang, dan jalur terbang pesawat pengebom di wilayah tersebut.

"Peningkatan upaya Beijing baru-baru ini untuk mengintimidasi orang lain dari pengembangan sumber daya di Laut China Selatan mengganggu," tulis Bolton di Twitter pada hari Selasa.

"Amerika Serikat berpihak kuat pada mereka yang menentang perilaku koersif dan taktik intimidasi yang mengancam perdamaian dan keamanan regional," lanjut Bolton yang dikutip dari akun Twitter-nya, @AmbJohnBolton, Rabu (21/8/2019).

Bolton tidak merinci insiden yang dimaksud sebagai intimidasi China di kawasan sengketa tersebut. Namun, tudingannya itu diduga sebagai penegasan Gedung Putih atas pembelaannya kepada Filipina, yang terlibat sengketa perairan di Laut China Selatan.

Selama akhir pekan, Manila memprotes Beijing setelah kapal perang China berlayar melintasi perairan yang dianggap Filipina sebagai bagian dari zona ekonomi eksklusif (ZEE)-nya dan dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.

Sementara itu, Washington telah memamerkan pasukan maritimnya sendiri di hadapan Beijing dengan secara teratur mengirim kapal perangnya ke Laut China Selatan dengan dalih operasi kebebasan navigasi (FONOP). Apa yang dilakukan militer AS itu tidak dianggap Bolton sebagai intimidasi AS.

Juru bicara Armada Ketujuh AS, Clay Doss, mengatakan pengiriman kapal perang di Laut China Selatan bertujuan untuk menantang klaim maritim yang berlebihan oleh China.

Pentagon juga meningkatkan latihan Angkatan Laut-nya di kawasan tersebut dan mengirim pesawat pengebom strategis B-52 untuk terbang di atas pulau yang disengketakan dan dikendalikan China.

Para pejabat di Beijing mengecam manuver militer Washington tersebut sebagai "tindakan provokatif" yang melanggar kedaulatan negara China dan merusak perdamaian, keamanan, dan ketertiban laut yang relevan.
(mas)
Berita Terkait
Militer China Usir Kapal...
Militer China Usir Kapal Perang AS dari Wilayah Sengketa Laut China Selatan
Konsolidasi Hadapi China,...
Konsolidasi Hadapi China, Militer Filipina dan AS Gelar Latihan Perang Tahunan
Militer China Menguntit...
Militer China Menguntit Kapal Perang AS di Laut China Selatan
Kapal Perang China Hendak...
Kapal Perang China Hendak Tembaki Kapal Filipina di Laut China Selatan
Kapal China Tembakkan...
Kapal China Tembakkan Meriam Air ke Kapal Filipina, AS Siap Pasang Badan
Bela Filipina, Militer...
Bela Filipina, Militer AS Janji Lawan Perilaku Agresif China
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
51 menit yang lalu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
2 jam yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
2 jam yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
3 jam yang lalu
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved