AS Ingin Bangun 10 Kapal Perang Robot untuk Perang di Laut Berbahaya

Senin, 19 Agustus 2019 - 11:07 WIB
AS Ingin Bangun 10 Kapal...
AS Ingin Bangun 10 Kapal Perang Robot untuk Perang di Laut Berbahaya
A A A
WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berencana membangun armada sepuluh kapal perang robot selama lima tahun ke depan. Salah satu misi kapal-kapal perang nirawak itu nantinya adalah untuk pertempuran di laut yang paling berbahaya.

Proyek kapal-kapal itu dikenal sebagai Large Unmanned Surface Vehicle (LUSV). Selain untuk misi pertempuran, LUSV akan berfungsi sebagai pengintai, membawa radar dan sonar serta membawa rudal anti-udara dan rudal jelajah.

Para pendukung proyek itu melihat peran kapal sebagai robot yang melakukan pekerjaan "3D"— dull, dirty and dangerous.

Sebuah Draft Request for Proposal (Draft Permintaan Proposal) yang di-posting di situs web FedBizOpps mengatakan; "LUSV akan menjadi kapal dengan daya tahan tinggi yang dapat dikonfigurasi ulang yang mampu mengakomodasi berbagai muatan untuk misi tak berawak guna menambah kekuatan (kapal) permukaan berawak Angkatan Laut."

“Dengan kapasitas muatan yang besar, LUSV akan dirancang untuk melakukan berbagai operasi peperangan secara mandiri atau bersama dengan kombatan darat berawak," lanjut proposal tersebut.

"LUSV akan mampu beroperasi semi-otonom atau sepenuhnya otonom, dengan operator in-the-loop (mengendalikan jarak jauh) atau on-the-loop (diaktifkan melalui otonom)," imbuh proposal tersebut, yang dilansir The Sun, Senin (19/8/2019).

Menurut US Naval Institute News, Angkatan Laut AS berharap dapat membangun dua kapal per tahun, dengan biaya sekitar USD401 juta 330 juta per unit, selama lima tahun.

Setiap kapal akan memiliki panjang sekitar 200 hingga 300 kaki dengan bobot sekitar 2.000 ton.

Kapal-kapal tersebut pada dasarnya digambarkan sebagai "fregat ringan" dan juga akan memiliki beberapa akomodasi terbatas untuk awak manusia, jika perlu.

Rencananya proyek itu adalah membuat kapal-kapal seperti umumnya tidak bersenjata tetapi dengan kemampuan untuk membawa rudal jika diperlukan.

LUSV juga akan dapat bertindak sebagai pengintai mengambang, berlayar di atas kapal berawak untuk mendeteksi ancaman lebih dini.

Kantor Kemampuan Strategis Pentagon awalnya memelopori LUSV di bawah program yang disebut "Overlord" yang awalnya berusaha mengubah kapal komersial cepat menjadi kapal tak berawak yang mampu melakukan perjalanan ribuan mil dan beberapa minggu.

AS juga mengakuisisi armada kapal selam tanpa awak.

Sementara itu, The National Interest melaporkan, perusahaan Boeing telah dibayar USD43 juta oleh Angkatan Laut AS pada bulan Februari tahun ini untuk empat Orca Extra Large Unmanned Undersea Vehicle.

Orca sepanjang 51 kaki dapat melakukan perjalanan hingga 6.500 mil laut.

Pada bulan Februari tahun ini, China Shipbuilding Industry Corporation dan Offshore International Company meluncurkan kapal perang robot kecil yang dapat memberi China keunggulan atas armada AS.

Kendaraan permukaan tak berawak China yang diberi nama "JARI" itu memiliki panjang 49 kaki. Kapal itu dapat berlayar sekitar 500 mil dengan kecepatan tertinggi 42 knot.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk Shandong...
Kapal Induk Shandong China Rampung Uji Laut tapi Tak Dinyatakan Siap Tempur
Mengejutkan, China Kalahkan...
Mengejutkan, China Kalahkan AS dalam Persaingan Membangun Kapal Perang
Spesifikasi Type 055...
Spesifikasi Type 055 Destroyer China, Kapal Penghancur Kebanggaan Rakyat Tiongkok
Dari Kapal Induk hingga...
Dari Kapal Induk hingga Kapal Selam Nuklir, Segini Total Armada Tempur Amerika Serikat
Kapal Perang Futuristik...
Kapal Perang Futuristik AS Mirip Kapal China, Amerika Nyontek?
China Upgrade Kapal...
China Upgrade Kapal Selam Nuklir Bungkuk yang Mampu Hancurkan Kota-kota AS
Berita Terkini
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
40 menit yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
1 jam yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
2 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
3 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
4 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved