Demonstrasi Meluas, Situasi Hong Kong Makin Tak Menentu

Senin, 19 Agustus 2019 - 07:08 WIB
Demonstrasi Meluas,...
Demonstrasi Meluas, Situasi Hong Kong Makin Tak Menentu
A A A
HONGKONG - Ratusan ribu demonstran anti-pemerintah kemarin bergabung dalam demonstrasi massal di Hong Kong. Aksi itu tidak mereda meskipun hujan deras melanda demonstrasi yang telah berlangsung hingga pekan ke-11 dan mengganggu pusat keuangan Asia itu.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada akhir pekan itu menunjukkan dukungan yang masih kuat di Hong Kong. Aksi itu sempat diwarnai ketegangan ketika ribuan demonstran juga menduduki bandara internasional di kota tersebut. Hal itu menyebabkan banyak aktivis meminta maaf atas tindakan tersebut karena mengganggu ribuan penumpang pesawat. Tidak ada konfrontasi dengan aparat kepolisian dalam demonstrasi kemarin.

Namun petugas kepolisian bersiaga penuh di berbagai distrik bisnis. “Mereka mengatakan kepada semua orang bahwa kita adalah perusuh. Demo kali ini akan menunjukkan bahwa kita bukan perusuh,” kata Chris, demonstran berusia 23 tahun, yang bekerja sebagai staf marketing seperti dilansir Reuters. “Tidak berarti kita tidak akan berjuang. Kita akan melakukan apa pun untuk menang, tapi kali ini kita istirahat,” paparnya.

Demonstrasi itu berawal dari perlawanan warga terhadap upaya Pemerintah Hong Kong mengizinkan pelaku kriminal diekstradisi ke China. Aksi yang berlangsung sejak Juni lalu itu dikarenakan kekhawatiran warga atas berkurangnya jaminan kebebasan di bawah sistem “satu negara, dua sistem”. Para demonstran tetap berteriak “Bebaskan Hong Kong!” dan “Demokrasi Sekarang!” Mereka juga memakai payung karena hujan.

Selain anak muda, banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya ikut berdemonstrasi. Kini para demonstran juga menuntut pengunduran diri Carrie Lam, pemimpin eksekutif Hong Kong yang dikenal pro-China. Sebelumnya Lam juga menyebut para demonstran sebagai perusuh. Para pengunjuk rasa meminta penyelidikan independen untuk mengusut penanganan aksi demonstrasi dan reformasi politik.

“Ketika kita muda, kita tidak berpikir mengenai hal itu. Tapi anak saya mengungkapkan setelah 2047, apa yang terjadi kepada saya?” kata Poon, seorang guru sejarah yang ikut demonstrasi. Tahun 2047 merupakan masa di mana kesepakatan sistem pemisahan Hong Kong akan berakhir. “Saya akan terus berdemonstrasi. Kita tidak mengetahui bagaimana ini akan berakhir. Kita masih berjuang,” jelasnya.

Polisi Hong Kong dikritik tajam karena bertindak agresif terhadap para demonstran. Apalagi seorang petugas medis tertembak gas air mata pada penglihatannya sehingga menjadi simbol perjuangan.

Beredar kabar juga pasukan keamanan China sedang membangun kekuatan di Shenzhen, wilayah China daratan yang paling dekat dengan Hong Kong. Ribuan polisi bersenjata ditempatkan di perbatasan Shenzhen. Sebelumnya Beijing telah menyamakan demonstran dengan teroris. Itu juga diungkapkan ketika para demonstran melumpuhkan bandara Hong Kong.

Para pengamat mengungkapkan pernyataan China itu sebagai bentuk Beijing telah kehilangan kesabaran dengan demonstran. Apalagi sinyal intervensi Beijing kepada Hong Kong pun semakin santer. Sinyal akan dikirimnya bantuan dari China ke Hong Kong dibantah oleh seorang perwira senior kepolisian Hong Kong.

Dia mengungkapkan jika intervensi terjadi, Hong Kong akan berada di wilayah yang benar-benar baru. Dia juga menegaskan, kepolisian Hong Kong tidak pernah bekerja sama dengan kepolisian China. “Itu (intervensi) takkan terjadi” kata petinggi kepolisian yang tidak mau disebutkan namanya. “Kepolisian Hong Kong mampu menangani krisis demonstrasi saat ini,” katanya seperti dilansir BBC.

Dia mengungkapkan spekulasi di media sosial bahwa ada sejumlah polisi China yang ditugasi di Kepolisian Hong Kong sama sekali tidak benar. Sebelumnya Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming, mengingatkan bahwa Beijing bisa menghentikan semua kerusuhan di Hong Kong dengan cepat. “Kekuatan asing memicu terjadinya unjuk rasa di Hong Kong,” tudingnya.
(don)
Berita Terkait
Hong Kong Undang Traveler...
Hong Kong Undang Traveler Indonesia Jelajahi Wisata Lintas Alam Ekstrem
Disneyland Hongkong...
Disneyland Hongkong Kembali Dibuka
Nyambi Jual Togel Hongkong,...
Nyambi Jual Togel Hongkong, Pemilik Warkop Ditangkap Polisi
Juru Tulis Judi Kim...
Juru Tulis Judi Kim Hongkong Terkejut Dicokok Tekab Reskrim Polres Labuhanbatu
Asik Main, 8 Penjudi...
Asik Main, 8 Penjudi Jenis Samgong dan Mucikari Diamankan Tanpa Perlawanan
Gelombang Film Hongkong...
Gelombang Film Hongkong Gairahkan Balinale Festival 2022
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
32 menit yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
56 menit yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
2 jam yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
2 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved