Bom Bunuh Diri Hantam Pesta Pernikahan di Kabul, 63 Tewas

Minggu, 18 Agustus 2019 - 11:14 WIB
Bom Bunuh Diri Hantam...
Bom Bunuh Diri Hantam Pesta Pernikahan di Kabul, 63 Tewas
A A A
KABUL - Sebanyak 63 orang tewas dan 182 lainnya terluka setelah sebuah bom meledak di aula pernikahan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul. Bom tersebut meledak di venue Kota Dubai di barat kota, yang merupakan rumah bagi banyak anggota komunitas Syiah Hazara.

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengkonfirmasi jumlah korban tewas, yang menurut juru kepresiden adalah kejahatan keji.

"Hancur oleh berita serangan bunuh diri di dalam aula pernikahan di Kabul. Kejahatan keji terhadap rakyat kita; bagaimana mungkin melatih manusia dan memintanya pergi dan meledakkan dirinya di dalam pernikahan? !!" kata Sediq Seddiqi, juru bicara Presiden Ashraf Ghani, di akun Twitternya seperti dilansir dari Sky News, Minggu (18/8/2019).

Menurut tamu yang hadir, ada sekitar 1.200 orang diundang ke pesta pernikahan itu.

Gul Mohammad mengatakan kepada The Associate Press bahwa penyerang meledakkan bahan peledak di dekat panggung tempat anak-anak berkumpul.

Seorang tamu, Ahmad Omid, berkata: "Saya bersama pengantin pria di ruangan lain ketika kami mendengar ledakan dan kemudian saya tidak dapat menemukan siapa pun."

"Semua orang berbaring di sekitar aula. Ada begitu banyak korban yang tewas dan terluka," ujarnya.

Belum ada pihak yang mengakui bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri itu, tetapi gerilyawan Taliban dan Negara Islam (ISIS) telah berulang kali menyerang minoritas Syiah di Afghanistan dan negara tetangga Pakistan selama bertahun-tahun.

Tiga minggu lalu, seorang pembom bunuh diri Taliban menewaskan 14 orang dan melukai 145 lainnya dalam serangan di Kabul barat.

Insiden itu terjadi terlepas dari harapan kesepakatan antara kelompok teror itu dengan Amerika Serikat (AS), dengan keduanya telah melaporkan kemajuan dalam pembicaraan yang akan melihat pasukan Amerika menarik diri dari Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan dari para pemberontak.

Sebagian besar dari 20.000 pasukan asing yang ditempatkan di Afghanistan berasal dari AS, sebagai bagian dari misi NATO untuk melatih, membantu dan memberi nasihat kepada pasukan Afghanistan dalam pertempuran mereka melawan ancaman teroris.

Konflik terus mengambil korban mengerikan pada warga sipil, dengan lebih dari 3.800 - termasuk 900 anak-anak - dibunuh oleh AS dan pasukan sekutu, Taliban, IS dan lainnya tahun lalu, menurut PBB.
(ian)
Berita Terkait
Unjuk Rasa Pengungsi...
Unjuk Rasa Pengungsi Imigran Afghanistan di Batam
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Demo ke Gedung DPR RI Tuntut Dipindah ke Negara Tujuan
Detik-Detik Pengungsi...
Detik-Detik Pengungsi Afghanistan Bakar Diri Terekam Video Amatir
Pencari Suaka Asal Afghanistan...
Pencari Suaka Asal Afghanistan Dirikan Tenda di Trotoar Kebon Sirih
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Tiba di Bandara Dulles Virginia
Ratusan Imigran Afghanistan...
Ratusan Imigran Afghanistan Unjuk Rasa di Medan
Berita Terkini
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
33 menit yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
1 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
4 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
7 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
8 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
9 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved