Myanmar dan Bangladesh Sepakati Pemulangan Pengungsi Rohingya

Jum'at, 16 Agustus 2019 - 01:41 WIB
Myanmar dan Bangladesh...
Myanmar dan Bangladesh Sepakati Pemulangan Pengungsi Rohingya
A A A
YANGON - Myanmar dan Bangladesh akan memulai upaya baru untuk memulangkan ribuan etnis Muslim Rohingya pada pekan depan. Satu tahun silam, ribuan etnis Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine, Myanmar, karena menjadi sasaran aksi kekerasan.

"Kami telah sepakat untuk memulangkan 3.540 orang pada 22 Agustus," ujar Myint Thu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Myanmar, kepada Reuters melalui telepon, Kamis (15/8).

Sementara seorang pejabat senior Bangladesh mengatakan kepada Reuters, upaya baru itu adalah rencana pemulangan "skala kecil". Menurutnya, tidak ada pengunsi Rohingya yang akan dipaksa untuk kembali ke Myanmar.

"Bangladesh tidak menginginkan apa pun selain repatriasi yang aman, sukarela, bermartabat, dan berkelanjutan," kata pejabat itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena ia tidak berwenang berbicara dengan media.

Lebih dari 730.000 etnis Rohingya melarikan diri dari Rakhine ke negara tetangga Bangladesh setelah tindakan keras yang dipimpin militer pada Agustus 2017. Sebanyak 3.540 pengungsi telah disetujui untuk kembali ke kampung halaman mereka oleh pemerintah Myanmar. Kelompok pengungsi pertama akan kembali ke Myanmar pekan depan, telah setuju untuk kembali ke rumah mereka.

Upaya sebelumnya untuk membujuk pengungsi Rohingya untuk kembali ke Rakhine telah gagal karena ditentang oleh para pengungsi. Sebuah upaya pemulangan di bulan November menebarkan ketakutan dan kebingungan di kamp-kamp, dan akhirnya gagal setelah munculnya protes dari para pengungsi.

Mohammed Eleyas, seorang aktivis Rohingya dengan Masyarakat Arakan Rohingya untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia, mengatakan para pengungsi belum diajak berkonsultasi tentang proses tersebut. “Myanmar harus menyetujui tuntutan utama masyarakat sebelum repatriasi dimulai,” katanya.
(esn)
Berita Terkait
Kabur dari Perang, 103...
Kabur dari Perang, 103 Pasukan Myanmar Lari ke Bangladesh
Miliki KTP Indonesia,...
Miliki KTP Indonesia, 2 WNA Diamankan Imigrasi Pamekasan
Pria Arab Saudi Dilarang...
Pria Arab Saudi Dilarang Nikahi Wanita Myanmar, Kenapa?
Puluhan Rohingya Tewas...
Puluhan Rohingya Tewas Selama 4 Bulan Naik Perahu ke Malaysia
Bangladesh Minta Bantuan...
Bangladesh Minta Bantuan China Pulangkan Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Saudi Tekan Bangladesh...
Saudi Tekan Bangladesh Keluarkan Paspor untuk Rohingya
Berita Terkini
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
10 menit yang lalu
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
34 menit yang lalu
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
1 jam yang lalu
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
1 jam yang lalu
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
2 jam yang lalu
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved