Tingkatkan Kemampuan Pasukan Khusus, Australia Habiskan Rp4,8 Triliun

Senin, 12 Agustus 2019 - 20:00 WIB
Tingkatkan Kemampuan...
Tingkatkan Kemampuan Pasukan Khusus, Australia Habiskan Rp4,8 Triliun
A A A
SYDNEY - Australia akan menghabiskan anggaran AUD500 juta (lebuh dari Rp4,8 triliun) untuk meningkatkan kemampuan pasukan khususnya. Menurut pemerintah, anggaran yang akan dihabiskan itu merupakan tahap pertama dari rencana anggaran 20 tahun senilai lebih dari Rp34,3 triliun.

Canberra percaya pembelanjaan dana sebesar itu akan memungkinkan respons yang lebih baik dari pasukan khusus Australia terhadap ancaman keamanan di dalam dan luar negeri.

Rencana pembelanjaan untuk pasukan khusus itu muncul setelah beberapa insiden keamanan terkenal di Sydney dan Melbourne dalam beberapa tahun terakhir. Serangan-serangan itu terjadi justru ketika Australia berupaya memainkan peran yang lebih menonjol di Pasifik, di mana China sedang mencari pengaruh yang lebih besar.

"Adalah kepentingan nasional Australia untuk memiliki Indo-Pasifik yang merdeka dan berdaulat di mana semua bangsa di bagian dunia ini dapat bergerak bebas sesuai dengan aturan hukum, dan masing-masing negara tersebut dapat mengejar minat mereka," kata Perdana Menteri Scott Morrison kepada wartawan di pangkalan Holsworthy Army di Sydney, Senin (12/8/2019), yang dikutip Reuters.

Pemerintah Australia pada bulan lalu mengatakan akan membuat unit militer baru untuk melatih dan membantu sekutunya di Pasifik.

Menurut pemerintah Morrison, pengeluaran Australia untuk pertahanan akan mencapai 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun fiskal yang berakhir Juni 2021. Angka itulah yang menurut Presiden Amerika Serikat Donald Trump harus menjadi tujuan pengeluaran untuk anggota aliansi NATO.

Data Bank Dunia menunjukkan pengeluaran militer Australia sebesar 1,89 persen dari PDB pada 2018.

Morrison menambahkan, pemerintah akan membelanjakan total anggaran lebih dari Rp1.944 triliun untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Australia selama beberapa dekade berikutnya. Hal itu sejalan dengan tujuan untuk fokus pada kawasan Indo-Pasifik yang diuraikan dalam Buku Putih Pertahanan Australia yang dirilis pada 2016.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Jr: China...
Donald Trump Jr: China Tak Terintimidasi Militer Amerika Serikat
Jerman Belum Bayar,...
Jerman Belum Bayar, Trump Tarik Pasukan AS dari Berlin
NATO Tingkatkan Kehadiran...
NATO Tingkatkan Kehadiran Militer di Sekitar Greenland, Apa Misi Sebenarnya?
AS Akan Batalkan Hampir...
AS Akan Batalkan Hampir Semua Pendanaan untuk NATO, Aliansi Militer Itu Akan Bubar?
Pakar Militer Sebut...
Pakar Militer Sebut Greenland Jadi Paku Terakhir di Peti Mati NATO
Apakah AS Akan Gunakan...
Apakah AS Akan Gunakan Kekuatan Militer untuk Caplok Greenland? Trump: No Comment!
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
47 menit yang lalu
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
1 jam yang lalu
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
1 jam yang lalu
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
2 jam yang lalu
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
2 jam yang lalu
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
3 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved