Khamenei Desak Jamaah Haji Menentang 'Kesepakatan Abad Ini' AS

Minggu, 11 Agustus 2019 - 03:13 WIB
Khamenei Desak Jamaah...
Khamenei Desak Jamaah Haji Menentang 'Kesepakatan Abad Ini' AS
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam proposal perdamaian Israel-Palestina rancangan Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai "Deal of the Century" atau "Kesepakatan Abad Ini". Pemimpin teokratis Teheran itu juga mendesak para jamaah haji untuk menentang proposal Amerika.

"Trik yang disebut 'Kesepakatan Abad Ini', didorong oleh Amerika yang menindas dan rekan-rekan pengkhianatnya, adalah kejahatan terhadap masyarakat yang manusiawi, dan bukan hanya (pada) orang-orang Palestina," kata Khamenei dalam sebuah pesan untuk pera jamaah haji di Arab Saudi yang disiarkan stasiun televisi pemerintah pada hari Sabtu.

"Kami menyerukan kepada semua orang untuk aktif mengambil bagian dalam mengalahkan penipuan ini oleh musuh," lanjut Khamenei yang dikutip Reuters, Minggu (11/8/2019).

Para pejabat Arab Saudi telah meminta umat Islam untuk fokus pada ibadah dan memperingatkan semua pihak agar tidak mempolitisasi ibadah haji. Peringatan itu muncul di tengah perang regional dan meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran.

Gedung Putih belum mengungkap rencana perdamaian untuk Israel-Palestina. Proposal itu disusun oleh tim AS yang dipimpin oleh penasihat sekaligus dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.

Tidak seperti pendahulunya, Trump belum mendukung permintaan Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka atau menyetujui "solusi dua negara" yang telah lama dibayangkan dalam negosiasi sebelum-sebelumnya. Opsi "solusi dua negara" dinilai banyak pihak sebagai solusi untuk melihat Israel dan Palestina berdampingan secara damai sebagai negara.

Kushner sejauh ini telah mempresentasikan rencana itu dengan iming-iming membangkitkan ekonomi senilai USD50 miliar untuk wilayah Palestina, Yordania, Mesir dan Lebanon. Keuntungan ekonomi dia klaim bisa terealisasi jika Israel dan Palestina mencapai penyelesaian politik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Namun, para pemimpin Palestina menolak rencana itu dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Gedung Putih. Palestina menuduh administrasi Trump lebih condong ke Israel dan tidak layak menjadi mediator perdamaian.
(mas)
Berita Terkait
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
5 Alasan Donald Trump...
5 Alasan Donald Trump Tak Akan Pernah Membela Palestina
3 Kebijakan Kontroversial...
3 Kebijakan Kontroversial Donald Trump yang Dianggap Anti-Palestina
Sedang Berseteru Hebat,...
Sedang Berseteru Hebat, Iran dan AS Gunakan Arab Saudi untuk Bertukar Pesan
Trump: Arab Saudi Akan...
Trump: Arab Saudi Akan Normalisasi Hubungan dengan Israel Tanpa Adanya Negara Palestina
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Dilema, Bela Qatar atau Israel
Berita Terkini
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
48 menit yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
1 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
3 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
4 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved