Pengamat: Perkuat Kehadiran di Asia, China Ingin Lindungi Asetnya

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 13:57 WIB
Pengamat: Perkuat Kehadiran...
Pengamat: Perkuat Kehadiran di Asia, China Ingin Lindungi Asetnya
A A A
WASHINGTON - Biro Nasional Penelitian Asia Amerika Serikat atau NBR menuturkan bahwa salah satu alasan China terus berusaha memperkuat kehadiran mereka di sejumlah negara di Asia, khususnya di Asia Tenggara dan Asia Tengah, adalah untuk melindungi aset mereka.

Manajer Senior Urusan Politik dan Keamanan NBR, Brian Fetchel menuturkan, China kerap menaruh investasi dan aset mereka di negara-negara yang rawan konflik. Oleh karenanya, untuk memastikan uang mereka aman, mereka akan berusaha untuk menempatkan pasukan atau setidaknya bekerja sama dengan aparat setempat di negara yang bersangkutan.

"Ini terkait dengan bagaimana China menaruh investasi dan aset di wilayah yang kurang stabil, bukan hanya di Asia Tenggara tapi juga di Asia Tengah. Jadi, dengan adanya hal ini, ada dorongan untuk melindungi perusahaan-perusahaan, warga China yang bekerja di wilayah tersebut," terangnya.

"Kami melihat di beberapa wilayah hal semacam ini terjadi, dalam berbagai bentuk. Tentu ada yang seperti di Djibouti di mana China membuat pangkalan di sana dan ada juga contoh di mana China bekerja sama langsung dengan militer dengan kepolisian setempat," sambungnya, Washington, Jumat (9/8/2019).

Ia lalu mengatakan, China juga dilaporkan mendanai pangkalan militer, seperti di Afghanistan, untuk memastikan keamanan di perbatasan dan juga menghalau ancaman yang masuk ke wilayah China bagian barat.

"Saya kira ini adalah salah satu model yang lain. Pada dasarnya kita melihat peningkatan investasi pada arena pelabuhan. Ada banyak diskusi yang mengatakan bahwa ini adalah tanda akan adanya kehadiran secara langsung Angkatan Laut China di wilayah bersangkutan. Tapi, juga beberapa contoh di beberapa tempat di mana (pelabuhan) tidak menjadi basis Angkatan Laut China," ungkapnya.

"Jadi, ada potensi penggunaan dua model yang fleksibel, di mana mereka menyewakan pelabuhan-pelabuhan ini, mereka mendapatkan inti perjanjian yang mungkin mereka butuhkan untuk digunakan untuk menempatkan aset Angkatan Laut. Ini masih belum terdeteksi sepenuhnya, tapi pembuatan basis Angkatan Laut serta tentara dan sepertinya ini adalah sesuatu yang sedang terjadi atau semacam langkah pragmatis, jadi masih terlalu dini. Tapi ini adalah model yang mungkin akan terus berkembang," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
42 menit yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
1 jam yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
2 jam yang lalu
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
2 jam yang lalu
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
4 jam yang lalu
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Kalahkan Haaland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved