6 Bom Meledak di Bangkok saat Jadi Tuan Rumah KTT Keamanan ASEAN

Jum'at, 02 Agustus 2019 - 13:49 WIB
6 Bom Meledak di Bangkok...
6 Bom Meledak di Bangkok saat Jadi Tuan Rumah KTT Keamanan ASEAN
A A A
BANGKOK - Sebanyak enam bom meledak di tiga lokasi di Bangkok pada Jumat (2/8/2019). Rentetan serangan bom ini terjadi di saat Ibu Kota Thailand tersebut sedang menjadi tuan rumah pertemuan puncak atau KTT Keamanan ASEAN.

Laporan awal dari otoritas keamanan setempat mengatakan empat orang terluka. KTT itu juga dihadiri diplomat top dari Amerika Serikat dan China.

Seorang perwira polisi mengatakan satu lagi alat peledak ditemukan sebelum meledak. Pejabat polisi setempat, Kolonel Kamtorn Uicharoen mengatakan tiga bom meledak di kompleks kantor pemerintah di Chaeng Wattana dan lainnya meledak di daerah Chong Nonsi.

"Bom di kedua daerah ini adalah alat peledak improvisasi yang dipicu oleh penghitung waktu," katanya.

Pusat Medis Erawan menyatakan empat orang terluka."Tidak ada yang serius dan semua menerima perhatian medis di rumah sakit," kata pusat medis tersebut.

Tiga dari mereka yang terluka adalah wanita yang sedang membersihkan jalan ketika sebuah bom meledak. Sebuah video yang diambil dari salah satu lokasi ledakan menunjukkan para korban luka bingung dan mendapatkan perawatan dari petugas medis. Satu di antaranya dibawa ke ambulans.

The Bangkok Post melaporkan bahwa kaca di stasiun Skytrain BTS Chong Nonsi hancur setelah terkena ledakan keras. Setidaknya dua pintu keluar di stasiun ditutup.

Perangkat yang meledak itu diyakini sebagai "bom pingpong" seukuran bola tenis. Serangan ini diduga sebagai serangan simbolis yang ditujukan untuk mempermalukan pemerintah selama KTT Keamanan ASEAN, bukan dirancang untuk menyebabkan korban massal.

"Tiga orang menderita luka ringan akibat pecahan bom," kata Renu Suesattaya, direktur distrik Suan Luang tempat bom pertama meledak.

"Saya menerima laporan bahwa itu adalah 'bom pingpong' yang disembunyikan di semak-semak di tepi jalan," ujarnya.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-Ocha pada hari Jumat mengutuk pihak yang berada di balik ledakan bom-bom tersebut.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. "Pada pengeboman pagi ini, saya ingin mengutuk mereka yang menyebabkan situasi yang menghancurkan perdamaian dan merusak citra negara. Saya telah menginstruksikan para pejabat untuk menjaga keselamatan publik dan mereka yang terkena dampak segera," kata Prayut.

Juru bicara pemerintah Narumon Pinyosinwat mengatakan perdana menteri telah memerintahkan penyelidikan. "Situasi sedang dipantau secara ketat dan langkah-langkah keamanan telah diperketat. Masyarakat didesak untuk tidak panik," katanya, dikutip Reuters.
(mas)
Berita Terkait
Potensi Konflik di Laut...
Potensi Konflik di Laut China Selatan antara RRC, Amerika Serikat, dan ASEAN
Biden Janjikan Rp2,2...
Biden Janjikan Rp2,2 Triliun ke ASEAN dengan Mata Tertuju China
Populasi Dunia Akan...
Populasi Dunia Akan Berkurang Jadi 8,8 Miliar Jiwa pada Akhir Abad Ini
Negara-negara Asia Tenggara...
Negara-negara Asia Tenggara Sekutu Amerika Serikat
Ini Masalah yang Akan...
Ini Masalah yang Akan Terjadi Jika Konflik Indo-Pasifik Benar Terjadi
Menteri Digital ASEAN...
Menteri Digital ASEAN Sepakati Kerangka Kerja Sama dengan Tiga Mitra
Berita Terkini
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
18 menit yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
1 jam yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
2 jam yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
2 jam yang lalu
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
4 jam yang lalu
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
4 jam yang lalu
Infografis
6 Fakta Unik Vatikan,...
6 Fakta Unik Vatikan, Negara Kecil yang Jadi Sorotan Saat Natal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved