Tiga Kali dalam Seminggu, Korut Kembali Luncurkan Rudal
Jum'at, 02 Agustus 2019 - 06:06 WIB
Tiga Kali dalam Seminggu, Korut Kembali Luncurkan Rudal
A
A
A
SEOUL - Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mengatakan Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan rudal jarak pendek tak dikenal dari pantai timurnya. Ini adalah peluncuran ketiga dalam sepekan terakhir.
Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan tengah memantau situasi.
"Sampai sekarang kami telah mengkonfirmasi tidak ada situasi yang akan segera mempengaruhi keamanan negara kami," kata Kementerian Pertahanan Jepang dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Japan Times, Jumat (2/8/2019).
Sementara militer Korsel mengatakan proyektil itu ditembakkan pada jam 02:59 dan 03:23 waktu setempat dari Yonghung, di provinsi Hamgyong Selatan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang berharap dapat menghidupkan kembali pembicaraan denuklirisasi dengan Korut, memandang remeh peluncuran itu. Ketika ditanya wartawan tentang hal tersebut, ia mengatakan tidak khawatir karena itu adalah rudal jarak pendek dan sangat standar.
Ia menegaskan dirinya masih terbuka untuk negosiasi, tetapi peluncuran itu kemungkinan dimaksudkan untuk memberikan tekanan pada dirinya dan Korsel di tengah macetnya pembicaraan nuklir.
Sebelumnya Korut menembakkan dua rudal balistik jarak pendek pada Rabu pagi, hanya beberapa hari setelah meluncurkan dua rudal serupa pada 25 Juli. Uji coba dilakukan meskipun Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Trump telah bertemu pada 30 Juni lalu. Keduanya setuju untuk menghidupkan kembali pembicaraan yang macet.
Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan tengah memantau situasi.
"Sampai sekarang kami telah mengkonfirmasi tidak ada situasi yang akan segera mempengaruhi keamanan negara kami," kata Kementerian Pertahanan Jepang dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Japan Times, Jumat (2/8/2019).
Sementara militer Korsel mengatakan proyektil itu ditembakkan pada jam 02:59 dan 03:23 waktu setempat dari Yonghung, di provinsi Hamgyong Selatan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang berharap dapat menghidupkan kembali pembicaraan denuklirisasi dengan Korut, memandang remeh peluncuran itu. Ketika ditanya wartawan tentang hal tersebut, ia mengatakan tidak khawatir karena itu adalah rudal jarak pendek dan sangat standar.
Ia menegaskan dirinya masih terbuka untuk negosiasi, tetapi peluncuran itu kemungkinan dimaksudkan untuk memberikan tekanan pada dirinya dan Korsel di tengah macetnya pembicaraan nuklir.
Sebelumnya Korut menembakkan dua rudal balistik jarak pendek pada Rabu pagi, hanya beberapa hari setelah meluncurkan dua rudal serupa pada 25 Juli. Uji coba dilakukan meskipun Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Trump telah bertemu pada 30 Juni lalu. Keduanya setuju untuk menghidupkan kembali pembicaraan yang macet.
(ian)