Latihan Keamanan Siber, Militer AS dan Indonesia 'Berburu Ancaman'

Selasa, 30 Juli 2019 - 17:19 WIB
Latihan Keamanan Siber,...
Latihan Keamanan Siber, Militer AS dan Indonesia 'Berburu Ancaman'
A A A
JAKARTA - Militer Amerika Serikat (AS) dan militer Indonesia yang mencakup Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut menyelesaikan latihan keamanan siber Information System and Technology Exchange (ISTX) atau Pertukaran Sistem Informasi dan Teknologi. Selama latihan itu militer kedua negara bertukar informasi untuk "berburu ancaman" keamanan siber.

ISTX digelar di Jakarta dan upacara penutupan berlangsung 26 Juli lalu. Kegiatan militer gabungan ini sudah memasuki tahun ketiga.

Latihan itu diatur di bawah Program Kemitraan Negara Garda Nasional Hawaii dan merupakan salah satu dari sekitar 22 latihan tahunan antara kedua negara.

"ISTX adalah salah satu inisiatif terbaru, dan bertujuan untuk berbagi praktik terbaik, membantu pengembangan doktrin keamanan siber, dan meningkatkan kemampuan keamanan siber untuk secara efektif mempertahankan dan melindungi infrastruktur informasi siber kritis dari virus jahat dan intrusi siber," kata Kapten Angkatan Darat Marco Hartanto, Direktur Program Kemitraan Negara Bagian (SPP) Hawaii, yang dikutip SINDOnews.com dari situs resmi Angkatan Darat AS, Selasa (30/7/2019).

Tahun ini, latihan tersebut beralih dari teori ke taktik dan berbasis pondasi, dengan tema utamanya soal forensik dunia maya atau perburuan ancaman keamanan siber.

Dengan cara ini, ISTX memiliki dua manfaat. Pertama, ini memberikan pengalaman dan pelatihan untuk dunia dengan masalah global.

"Keamanan dunia maya telah menjadi sangat penting bagi kedua pemerintah, bagi militer dan secara keseluruhan bagi masyarakat," kata Staf Garda Nasional Udara Hawaii Sersan Marc Masuno, pakar materi pelajaran ISTX.

"ISTX diciptakan untuk meningkatkan kemampuan (AS dan Indonesia) dalam hal keamanan siber dan teknologi informasi, dan karenanya ini diciptakan sebagai mekanisme untuk berkolaborasi dan berbagi keahlian dan pengetahuan dengan kedua negara," ujarnya.

Manfaat kedua, ketika negara-negara bereaksi terhadap masalah keamanan siber seperti malware dan ransomware, kolaborasi tersebut memenuhi tujuan dari visi masa depan Biro Garda Nasional yang tentatif.

Menurut Hartanto, berbagi informasi jenis ini sangat penting. Masuno mengamini pendapat tersebut.

"Sangat menggembirakan dan menginspirasi untuk melihat mereka membangun kemampuan dan juga sangat bersedia untuk berbagi informasi serta mengajukan pertanyaan. Ini memberi saya banyak kegembiraan dan harapan sehubungan dengan lanskap keamanan siber secara keseluruhan di seluruh dunia," kata Masuno. "Keamanan siber adalah tanggung jawab bersama dan semakin kita mampu membangun pertahanan kita, semakin baik lanskap global secara keseluruhan."
(mas)
Berita Terkait
Pilih Seragam Militer...
Pilih Seragam Militer Amerika, Status WNI Kezia Terancam Hilang
Militer Indonesia, Australia,...
Militer Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat Latihan Bersama
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Amerika Serikat Vs Indonesia
6 Fakta tentang Pentagon...
6 Fakta tentang Pentagon Amerika Serikat
Latihan Militer Bersama...
Latihan Militer Bersama Indonesia dan Amerika Serikat
5 Kecanggihan GBU-57...
5 Kecanggihan GBU-57 Amerika Serikat, Nomor 3 dapat Menuju Sasaran dengan Tepat
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
2 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
4 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
5 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
6 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
7 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved