RI-UEA Sepakat Tingkatkan Upaya Promosikan Islam Cinta Damai

Rabu, 24 Juli 2019 - 19:33 WIB
RI-UEA Sepakat Tingkatkan...
RI-UEA Sepakat Tingkatkan Upaya Promosikan Islam Cinta Damai
A A A
JAKARTA - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) sepakat untuk terus bekerjasama dalam mempromosikan Islam moderat dan menyebarkan pesan penuh damai dan kasih sayang. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.

"Sebagai bagian dari umat Islam, Indonesia dan UEA berkomitmen untuk bekerja sama dalam mempromosikan moderasi Islam dan menyebarkan pesan perdamaian, kasih sayang, dan toleransi, untuk menghadirkan makna Islam yang sebenarnya sebagai rahmatan lil alamin," bunyi pernyataan bersama keduanya, seperti dikutip Sindonews dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Rabu (24/7).

Menurut pernyataan bersama itu, keduanya juga juga berkomitmen untuk mempromosikan keanekaragaman dan pluralitas, di tengah meningkatnya intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme.

"Presiden Joko Widodo memuji Pemerintah UEA atas tekad untuk menetapkan UEA sebagai modal global untuk toleransi, melalui upaya kelembagaan berkelanjutan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, dialog, koeksistensi dan keterbukaan dalam masyarakatnya, yang ditandakan dalam proklamasi tahun 2019 sebagai Tahun Toleransi," ungkapnya.

Sementara itu, menurut Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, keduanya juga sepakat untuk terus meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Dia mengatakan, kedua pemimpin menyaksikan pertukaran nota kesepahaman, di mana setidaknya ada sembilan nota kesepahaman yang diteken.

“Yaitu peningkatan perlindungan investasi. Kedua, penghindaran pajak berganda. Ketiga, industri. Keempat, kepabeanan. Kelima, pariwisata. Keenam, kelautan dan perikanan. Ketujuh, pertahanan. Kedelapan, kekonsuleran. Kesembilan adalah kebudayaan,” ucap Retno.

Selain itu, ada tiga nota kesepahaman antara entitas bisnis atau biasa dikenal dengan istilah business to business (B2B). Ketiga nota kesepahaman tersebut menurut Retno yaitu pertama, antara Pertamina dan ADNOC untuk pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Kedua, antara PT Chandra Asri dan Mubadala untuk proyek New Naphta Cracker and Petrochemical Complex. Ketiga, antara PT Maspion Indonesia dengan DP World Asia mengenai pengembangan terminal peti kemas dan kawasan industri di Jawa Timur.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
33 menit yang lalu
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
1 jam yang lalu
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
1 jam yang lalu
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
2 jam yang lalu
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
3 jam yang lalu
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved