Rusia Selesaikan Pengiriman S-400 Tahap 1 ke Turki Minggu Ini
Rabu, 24 Juli 2019 - 02:27 WIB
Rusia Selesaikan Pengiriman S-400 Tahap 1 ke Turki Minggu Ini
A
A
A
MOSKOW - Rusia akan menyelesaikan tahap pertama pengiriman sistem pertahanan rudal S-400 Triumf ke Turki minggu ini. Pengumuman ini disampaikan Kepala Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Militer dan Teknis, Dmitry Shugayev, Selasa.
"Kami sedang menyelesaikan tahap pertama pengiriman minggu ini," kata Shugayev. "Jumlah S-400 yang mereka tidak berkurang," lanjut dia, seperti dikutip kantor berita TASS, Rabu (24/7/2019).
Pembicaraan antara Rusia dan Turki tentang pengiriman sistem pertahanan rudal canggih itu dimulai pada November 2016. Rusia mengonfirmasi pada September 2017 bahwa kontrak pembelian senjata pertahanan senilai USD2,5 miliar telah ditandatangani.
Berdasarkan kontrak, Ankara akan mendapatkan satu set resimen (dua batalion) sistem pertahanan udara S-400. Kesepakatan itu juga mempertimbangkan transfer sebagian teknologi produksi ke pihak Turki.
Turki adalah negara anggota NATO pertama yang membeli sistem rudal dari Rusia. Pengirimannya ke Turki dimulai pada 12 Juli 2019.
Amerika Serikat dan NATO telah berupaya mencegah Turki membeli sistem rudal tersebut. Washington telah memperingatkan dalam banyak kesempatan bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi pada Turki, jika Ankara terus menjalankan kesepakatan pembelian sistem rudal S-400.
Turki juga telah memesan 30 dari 100 unit jet tempur siluman F-35 yang direncanakan dari Amerika Serikat. F-35 adalah jet tempur multifungsi generasi kelima yang dirancang menggunakan teknologi siluman dan mampu membawa senjata nuklir.
Awalnya, ada delapan negara yang ambil bagian dalam proyek pengembangan F-35 bersama Amerika Serikat. Delapan negara itu antara lain Australia, Inggris, Denmark, Italia, Kanada, Belanda, Norwegia, dan Turki. Israel dan Jepang yang tidak bergabung dalam proyek itu ikut membeli.
Namun, Gedung Putih pada 17 Juli lalu mengumumkan bahwa Amerika Serikat mengeluarkan Turki dari program produksi F-35. Pentagon menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bagian dari sanksi yang dapat dikenakan terhadap Ankara.
Sekadar diketahui, S-400 Triumf adalah sistem pertahanan rudal udara jarak jauh paling canggih yang mulai beroperasi di Rusia pada tahun 2007. S-400 dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah dan rudal balistik, termasuk rudal jarak menengah, serta dapat pula digunakan terhadap instalasi darat. Sistem itu dapat menghantam target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km.
"Kami sedang menyelesaikan tahap pertama pengiriman minggu ini," kata Shugayev. "Jumlah S-400 yang mereka tidak berkurang," lanjut dia, seperti dikutip kantor berita TASS, Rabu (24/7/2019).
Pembicaraan antara Rusia dan Turki tentang pengiriman sistem pertahanan rudal canggih itu dimulai pada November 2016. Rusia mengonfirmasi pada September 2017 bahwa kontrak pembelian senjata pertahanan senilai USD2,5 miliar telah ditandatangani.
Berdasarkan kontrak, Ankara akan mendapatkan satu set resimen (dua batalion) sistem pertahanan udara S-400. Kesepakatan itu juga mempertimbangkan transfer sebagian teknologi produksi ke pihak Turki.
Turki adalah negara anggota NATO pertama yang membeli sistem rudal dari Rusia. Pengirimannya ke Turki dimulai pada 12 Juli 2019.
Amerika Serikat dan NATO telah berupaya mencegah Turki membeli sistem rudal tersebut. Washington telah memperingatkan dalam banyak kesempatan bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi pada Turki, jika Ankara terus menjalankan kesepakatan pembelian sistem rudal S-400.
Turki juga telah memesan 30 dari 100 unit jet tempur siluman F-35 yang direncanakan dari Amerika Serikat. F-35 adalah jet tempur multifungsi generasi kelima yang dirancang menggunakan teknologi siluman dan mampu membawa senjata nuklir.
Awalnya, ada delapan negara yang ambil bagian dalam proyek pengembangan F-35 bersama Amerika Serikat. Delapan negara itu antara lain Australia, Inggris, Denmark, Italia, Kanada, Belanda, Norwegia, dan Turki. Israel dan Jepang yang tidak bergabung dalam proyek itu ikut membeli.
Namun, Gedung Putih pada 17 Juli lalu mengumumkan bahwa Amerika Serikat mengeluarkan Turki dari program produksi F-35. Pentagon menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bagian dari sanksi yang dapat dikenakan terhadap Ankara.
Sekadar diketahui, S-400 Triumf adalah sistem pertahanan rudal udara jarak jauh paling canggih yang mulai beroperasi di Rusia pada tahun 2007. S-400 dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah dan rudal balistik, termasuk rudal jarak menengah, serta dapat pula digunakan terhadap instalasi darat. Sistem itu dapat menghantam target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km.
(mas)