Jakarta Bakal Tenggelam Lebih Cepat dari Kota Mana Pun di Dunia

Sabtu, 20 Juli 2019 - 18:07 WIB
Jakarta Bakal Tenggelam...
Jakarta Bakal Tenggelam Lebih Cepat dari Kota Mana Pun di Dunia
A A A
JAKARTA - Seorang pakar memperkirakan Ibu Kota Indonesia, Jakarta, akan tenggelam ke laut lebih cepat daripada kota-kota lain di dunia. Sekitar 95 persen wilayah utara ibu kota ini diprediksi berada di bawah air laut pada tahun 2050.

Kondisi geografis Jakarta saat ini melengkung dengan beban pertumbuhan yang cepat dan pembangunan infrastruktur. Menurut perkiraan pakar, kota ini ambles hingga 25 sentimeter per tahun dan perlahan ditelan oleh naiknya permukaan laut.

Jakarta—rumah bagi 34 juta orang—sudah kelebihan penduduk dan, sebagian, secara harfiah memberi jalan untuk tenggelam karena menanggung beban pembangunan yang berlebihan.

Tetapi penyebab utama dari tenggelam wilayah Jakarta nanti adalah bahwa 60 persen penduduk dan bisnis yang mengambil air langsung dari tanah.

"Ini bencana," kata Profesor Heri Andreas, pakar penurunan tanah dari Institut Teknologi Bandung. "Jika kita mengambil air tanah, tanah menjadi padat, jadi yang di atas menjadi lebih rendah dan lebih rendah," ujarnya.

"Beberapa bagian di Jakarta sudah tenggelam sekitar empat meter sekarang dan di masa depan mungkin kita dapat mendapati dua atau tiga meter lagi," paparnya, dikutip media Australia, 9news.com.au, Sabtu (20/7/2019).

Di kelurahan Kapuk Teko, anak-anak bersenang-senang di atas rakit rias daripada taman bermain. Kuburan telah menghilang dan rumah-rumah ditopang panggung untuk bersaing dengan dua meter air.

Seorang warga setempat, Bang Jiih, mengatakan selama banjir— yang lebih sering dan parah dari sebelumnya—keluarganya dipaksa naik ke lantai dua, tetapi banyak warga setempat tidak memilikinya.

Pria berusia 55 tahun itu hidup dalam ketakutan bila suatu saat salah seorang cucunya akan tenggelam ketika air mengelilingi rumah-rumah.

Dinding laut raksasa telah dibangun di beberapa bagian pantai, tetapi juga perlahan akan tenggelam.

Pemerintah Indonesia telah menjanjikan dana besar untuk infrastruktur air, tetapi peneliti mengatakan waktunya hampir habis. "Kami membutuhkan setidaknya 10 tahun untuk mengubah air tanah menjadi air permukaan dan akhirnya menghentikan surutnya," kata Profesor Andreas.

Pemerintah juga memiliki rencana yang berani untuk menciptakan ibu kota baru di pulau lain dalam upaya untuk meringankan banyak tantangan Indonesia dari pertumbuhan yang cepat. Itu adalah ide yang telah diperdebatkan selama beberapa dekade, tetapi pemerintah Presiden Joko Widodo saat ini yakin akan mengeksekusinya.
(mas)
Berita Terkait
Sampaikan Outlook Perekonomian...
Sampaikan Outlook Perekonomian Indonesia, Jokowi Pamer Ekonomi Indonesia Tumbuh 5%
Pertemuan Bilateral,...
Pertemuan Bilateral, Indonesia-Iran Bahas Geopolitik Dunia
Pengamat Militer: Jokowi...
Pengamat Militer: Jokowi Harus Stop Cawe-Cawe Terlalu Jauh
Presiden Jokowi Sebut...
Presiden Jokowi Sebut Indonesia Miliki Cadangan Tembaga Terbesar di Dunia
Presiden Jokowi Kunjungi...
Presiden Jokowi Kunjungi Hannover Messe 2023 dan Resmikan Paviliun Indonesia
Perjuangkan Kebebasan...
Perjuangkan Kebebasan Palestina, Jokowi Sebut Indonesia Konsisten Politik Bebas Aktif
Berita Terkini
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
6 menit yang lalu
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
46 menit yang lalu
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
1 jam yang lalu
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
1 jam yang lalu
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
1 jam yang lalu
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
2 jam yang lalu
Infografis
12 Jenis Pisang Terbaik...
12 Jenis Pisang Terbaik di Dunia, Nomor 4 dari Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved