AS Desak Iran Bebaskan Kapal yang Dirampas, Ancam Bertindak Agresif

Sabtu, 20 Juli 2019 - 08:44 WIB
AS Desak Iran Bebaskan...
AS Desak Iran Bebaskan Kapal yang Dirampas, Ancam Bertindak Agresif
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak Iran untuk segera membebaskan kapal tanker minyak asing yang dirampas atau disita di Selat Hormuz, Teluk Persia. Seorang komandan militer Amerika juga mengancam bahwa pasukan Washington akan bertindak agresif untuk memastikan kapal-kapal pengiriman berlayar bebas di jalur perairan vital.

"Amerika Serikat mengutuk keras penindasan kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan gangguannya di dalam dan sekitar Selat Hormuz," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika dalam email ke kantor berita Reuters, yang dilansir Sabtu (20/7/2019).

Pernyataan departemen itu tidak menyebut negara pemilik kapal, meski diketahui salah satu kapal yang disita IRGC Iran adalah Stena Impero milik Inggris.

"Iran harus menghentikan aktivitas terlarang ini dan segera membebaskan awak dan kapal yang dilaporkan ditangkap," lanjut departemen tersebut.

Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan setidaknya dua kapal tanker minyak asing disita IRGC Iran. Menurut laporan televisi tersebut, salah kapal disita karena menyelundupkan satu juta liter bahan bakar dari penyelundup Iran ke pelanggan asing.

AS telah menyalahkan Iran atas serangkaian serangan terhadap kapal kargo sejak pertengahan Mei di jalur pengiriman minyak paling penting di dunia. Namun, Teheran menolak tuduhan reresebut.

Kepala Komando Sentral AS Kenneth McKenzie pada hari Kamis bersumpah akan bertindak agresif untuk memastikan kebebasan navigasi di perairan Teluk Persia yang sangat sensitif.

"Kami akan bekerja sangat agresif dengan mitra kami...untuk mencapai solusi yang akan memungkinkan minyak dan komoditas lainnya bebas melalui wilayah ini," kata McKenzie kepada wartawan di sebuah pangkalan udara di Arab Saudi, sekutu utama AS.

Iran telah lama mengancam akan menutup Selat Hormuz—jalur yang dilewati hampir seperlima dari pasokan minyak dunia—jika tidak bisa mengekspor minyaknya. Pemerintahan Trump berusaha untuk memblokir ekspor Iran sebagai cara untuk menekannya untuk menegosiasikan kembali kesepakatan nuklir 2015 yang ditinggalkannya tahun lalu.
(mas)
Berita Terkait
Iran Bangun Kapal Induk...
Iran Bangun Kapal Induk Palsu Amerika Serikat untuk Diserang
Iran Klaim Kehadiran...
Iran Klaim Kehadiran Militer AS di Teluk Persia akan Berakhir
Video Detik-detik 3...
Video Detik-detik 3 Kapal Iran Nyaris Tabrak 2 Kapal Perang AS
Diincar Kapal Perang...
Diincar Kapal Perang AS, Militer Venezuela Kawal Tanker Iran Kirim Bahan Bakar
Presiden Rouhani Minta...
Presiden Rouhani Minta Militer Iran Waspada Aksi Provokasi AS
Diincar 4 Kapal Perang...
Diincar 4 Kapal Perang AS, 5 Tanker Iran Dikawal Militer Venezuela
Berita Terkini
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
39 menit yang lalu
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
2 jam yang lalu
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
3 jam yang lalu
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
5 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
6 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved