Pasok S-400 Rusia ke Turki, Strategi Putin Memecah NATO

Sabtu, 13 Juli 2019 - 01:27 WIB
Pasok S-400 Rusia ke...
Pasok S-400 Rusia ke Turki, Strategi Putin Memecah NATO
A A A
WASHINGTON - Turki telah menerima kiriman perdana sistem pertahanan rudal S-400 yang dibeli dari Rusia. Pakar NATO berpendapat penjualan senjata pertahanan cangggih Moskow kepada Ankara itu merupakan strategi Presiden Vladimir Putin untuk memecah NATO.

NATO dibuat tidak nyaman dengan kenekatan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang tetap mengakuisisi sistem pertahanan rudal jarak jauh Moskow itu, terlebih Amerika Serikat (AS)—sekutu Ankara di NATO—sudah berulang kali memperingatkan dampak senjata itu terhadap sistem keamanan aliansi.

Pemerintah Erdogan selama ini mengklaim memilih membeli sistem S-400 Rusia karena Washington menolak menjual sistem pertahanan rudal Patriot. Klaim itu telah dibantah para pejabat AS.

Menurut pakar NATO, Ian Lesser, Presiden Rusia Vladimir Vladimorvich Putin telah memainkan strateginya dalam memecah NATO melalui Turki. Penggunaan senjata pertahanan Rusia oleh Turki telah memicu kegelisahan AS karena status Ankara di keanggotaan NATO masih aktif.

"Konsekuensi politik dari ini sangat serius, karena pengiriman (S-400) akan mengonfirmasi banyak gagasan bahwa Turki beralih ke alternatif (senjata) non-Barat," kata Lesser, yang merupakan direktur German Marshall Fund di Brussels.

"Ini akan menciptakan banyak kecemasan dan perasaan buruk di dalam NATO. Itu jelas akan semakin meracuni sentimen untuk Turki di dalam aliansi," ujarnya, seperti dikutip New York Times, Sabtu (13/7/2019).

Diposisikan secara strategis di persimpangan Eropa dan Asia, dan berbagi perbatasan di Laut Hitam dengan Rusia, Turki telah lama menjadi pasak vital di NATO dan salah satu anggotanya yang paling berduri.

Sekadar diketahui, NATO telah menempatkan sistem rudal Patriot buatan Amerika Serikat di tanah Turki sejak pecahnya perang saudara di Suriah. Namun, Erdogan bersikeras bahwa negaranya membutuhkan sistem rudal jarak jauh yang dioperasikan sendiri.

Presiden AS Donald Trump pada pertemuan puncak G-20 di Jepang bulan lalu mengatakan bahwa kenekatan Ankara membeli senjata pertahanan Moskow adalah kesalahan pemerintahan Barack Obama yang tidak menjual sistem rudal Patriot kepada sekutu Amerika tersebut.

"Ini berantakan," kata Trump pada bulan lalu. "Dan jujur, itu bukan kesalahan Erdogan," ujarnya.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, saat mengumumkan kedatangan tiga pesawat pembawa pasokan pertama sistem rudal S-400 Rusia, mengatakan bahwa negaranya masih berharap bisa membeli sistem rudal Patriot dari Amerika Serikat.

"Kami mencari pengadaan Patriot dan lembaga kami bekerja secara intensif dalam hal itu," katanya dalam sambutannya yang disiarkan saluran TRT.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan Disebut Minta...
Erdogan Disebut Minta Putin Ambil Kembali Sistem Rudal S-400 Rusia demi Jet Tempur Siluman F-35
Erdogan Yakin Turki...
Erdogan Yakin Turki Akan Miliki Jet Tempur Siluman F-35 AS Meski Operasikan S-400 Rusia
Diancam AS, Turki Batal...
Diancam AS, Turki Batal Aktifkan Sistem Rudal S-400 Rusia
Partainya Erdogan Tolak...
Partainya Erdogan Tolak Usul AS Beli S-400 Rusia dari Turki
Erdogan Ingin Beli Jet...
Erdogan Ingin Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS, Trump Minta Turki Stop Beli Minyak Rusia
AS Tetap Tolak Turki...
AS Tetap Tolak Turki Gabung Program Jet Tempur Siluman F-35 karena S-400 Rusia
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
7 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
8 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
9 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
10 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
11 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
12 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved