Kencingi dan Ludahi Ember Es Krim, Wanita AS Diciduk Polisi

Kamis, 11 Juli 2019 - 10:36 WIB
Kencingi dan Ludahi...
Kencingi dan Ludahi Ember Es Krim, Wanita AS Diciduk Polisi
A A A
WASHINGTON - Seorang wanita Florida ditangkap setelah video pengawas mengabadikan aksinya tengah buang air kecil dan meludahi sebuah produk toko es krim. Surat penangkapan yang dikeluarkan Kantor Sheriff wilayah Pinellas menunjukkan bahwa pihak berwenang mendakwa Jung Soo-Wypcha (66) dengan kejahatan pidana dan merusak produk konsumen.

Wypcha, yang dilaporkan memiliki bisnis rumahan, dituduh merusak es krim senilai Rp28 juta, sebuah tindakan yang diduga memaksa toko Es Krim Lu Lu menyingkirkan semua produknya dan tutup selama beberapa hari.

Video kamera pengawas dilaporkan menangkap Wypcha mengutak-atik produk toko pada beberapa kesempatan. Mulai 17 Juni, wanita itu diduga mulai menggunakan kamar mandi yang dipakai bersama toko Es Krim Lu Lu dengan bisnis keluarganya untuk merusak produk-produk es krim toko itu.

Surat penangkapan itu menyatakan bahwa Wypcha menggunakan kamar mandi pada lima kesempatan terpisah untuk memasukkan tangannya yang tidak dicuci ke dalam wadah es krim. Dia juga dituduh memasukan jari ke hidungnya sebelum kemudian meletakkan tangannya di es krim dan meludah ke dalam wadah setelah membuka freezer toko.

USA Today melaporkan ia juga diduga mengencingi ember yang digunakan untuk mengocok es krim pada 22 Juni. Surat kabar itu mencatat bahwa Whypcha diduga mengosongkan ember ke bak cuci yang digunakan untuk membersihkan peralatan es krim sesudahnya seperti dilansir dari The Hill, Kamis (11/7/2019).

Wypcha telah diikat keluar dari penjara, menurut afiliasi ABC WFTS.

Penangkapan itu terjadi hanya beberapa hari setelah sebuah video seorang wanita menjilati sebotol es krim di Walmart Texas dan meletakkannya kembali di dalam freezer. Kejadian ini mendapatkan perhatian nasional. Wanita itu, yang belum diidentifikasi, ditangkap dan bisa menghadapi tuduhan kejahatan tingkat dua karena mengutak-atik produk konsumen. Dia bisa menghadapi 20 tahun penjara jika terbukti melakukan pelanggaran.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
1 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
6 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
8 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
8 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved