Senat Australia Dukung Pemangkasan Pajak

Jum'at, 05 Juli 2019 - 08:58 WIB
Senat Australia Dukung...
Senat Australia Dukung Pemangkasan Pajak
A A A
SYDNEY - Senat Australia menyetujui pemangkasan pajak senilai USD110 miliar selama dekade mendatang.

Pemangkasan pajak ini menjadi kebijakan utama pemerintahan konservatif untuk mendorong ekonomi yang terus melemah. Rencana itu telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan sebelumnya dikhawatirkan akan ditolak Senat karena koalisi pemerintah tidak memiliki kursi mayoritas.

Pada akhirnya, oposisi utama Partai Buruh mendukung rancangan undang-undang (RUU) itu dengan alasan ekonomi memerlukan stimulus segera, meski pemangkasan pajak terbaru menguntungkan warga kaya Australia.

“Warga berpendapatan rendah dan menengah akan menyimpan lebih banyak pendapatan mereka dan memiliki lebih banyak uang di sakunya. Ini akan mendorong konsumsi rumah tangga yang akan bagus bagi keseluruhan ekonomi,” ungkap Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison dilansir Reuters.

Sebanyak 10 juta warga berpendapatan rendah dan menengah diperkirakan menerima potongan senilai 1.080 dolar Australia perorang dalam sepekan setelah RUU itu disahkan.

Pemangkasan pajak ini disambut bank sentral Australia yang menyatakan, tindakan pemerintah diperlukan untuk mendorong belanja konsumen demi menghidupkan kembali ekonomi yang tumbuh di level terendah dalam satu dekade.

Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan penjualan ritel naik 0,1% pada Mei setelah turun 0,1% pada April serta di bawah proyeksi analis yang naik 0,2%. Data terpisah juga menunjukkan jumlah lapangan kerja yang menjadi indikator utama bagi permintaan buruh.

Lapangan kerja turun 1,1% dalam tiga bulan hingga Mei dari kuartal sebelumnya atau penurunan pertama sejak Februari 2016. Para ekonom memperkirakan pemotongan pajak itu akan menambah sekitar 7,5 miliar dolar Australia dalam ekonomi selama 2019-2020.

Bank sentral Australia juga memangkas suku bunga pada Selasa (2/7) atau kedua dalam dua bulan. Kesuksesan mengesahkan pemangkasan pajak ini juga menjadi kemenangan besar bagi PM Morrison.

Rencana itu menjadi isu utama dalam kampanye pemilu. Pada Mei lalu dia menyatakan, UU pajak merupakan prioritas pertama pemerintahannya. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
23 menit yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
1 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
2 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
3 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
4 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved