Menteri Intelijen Iran Bilang AS Takut sehingga Batal Menyerang

Kamis, 04 Juli 2019 - 16:12 WIB
Menteri Intelijen Iran...
Menteri Intelijen Iran Bilang AS Takut sehingga Batal Menyerang
A A A
TEHERAN - Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi mengatakan kekuatan militer negaranya telah membuat Amerika Serikat (AS) untuk melakukan serangan. Washington pada bulan lalu nyaris menyerang Teheran setelah pesawat nirawak mata-matanya, RQ-4 Global Hawk, ditembak jatuh di atas perairan Selat Hormuz,

"Orang Amerika takut dengan kekuatan militer Iran, itulah alasan di balik keputusan mereka untuk membatalkan keputusan menyerang Iran," kata Mahmoud Alavi kepada kantor berita IRNA, Kamis (4/7/2019).

Dia mengatakan jika AS mencabut sanksi dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei mengizinkannya, Teheran dan Washington bisa berunding.

"Mengadakan pembicaraan dengan Amerika hanya dapat ditinjau oleh Iran jika (Presiden AS Donald Trump mencabut sanksi dan pemimpin tertinggi kami memberikan izin untuk mengadakan pembicaraan seperti itu," ujar Alavi.

Ketegangan antara Iran dan AS semakin memanas sejak Teheran menembak jatuh pesawat nirawak Amerika, RQ-4 Global Hawk, dengan rudal.

Teheran menyatakan bahwa pesawat tak berawak itu telah melanggar wilayah udaranya dan gagal menanggapi berbagai peringatan. Teheran juga menyodorkan peta untuk menunjukkan jalur penerbangan pesawat tak berawak AS yang menerobos wilayah udara Iran.

Teheran juga mencatat bahwa pada saat yang sama pasukannya mendeteksi pesawat mata-mata P-8 Poseidon, yang juga melanggar wilayah udara negara itu. Namun, pasukan Iran memilih untuk tidak menembak jatuh guna menghindari korban jiwa.

Namun, AS mengklaim pesawat nirawaknya yang ditembak jatuh itu terbang di atas perairan netral atau di perairan internasional.

Gara-gara insiden penembakan pesawat itu, Presiden Trump mengizinkan Pentagon meluncurkan serangan udara terhadap Teheran. Trump kemudian membatalkan izin itu pada menit-menit akhir setelah seorang jenderal Pentagon memberi tahu bahwa korban jiwa di pihak Iran bisa mencapai ratusan orang.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hapus Pangkalan AS di Timur Tengah dari Peta
Iran Tembakkan Rudal...
Iran Tembakkan Rudal Jelajah Buatan Sendiri dalam Latihan Perang
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
2 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
3 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
4 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
5 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved