Palestina: Tim Perumus Kesepakatan Abad Ini Bias Terhadap Israel
Minggu, 30 Juni 2019 - 21:44 WIB
Palestina: Tim Perumus Kesepakatan Abad Ini Bias Terhadap Israel
A
A
A
RAMALLAH - Palestina menyebut tim yang dibentuk Amerika Serikat (AS) untuk merumuskan kesepakatan abad ini sangat bias terhadap Israel. Ramallah menegaskan, tim ini tidak akan menciptakan solusi yang adil.
"Tim bias ini tidak dapat menawarkan solusi yang dapat mengarah pada perdamaian yang abadi dan adil," kata juru bicara kepresidenan Palestina, Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir PressTV pada Minggu (30/6).
Dia lalu menyatakan tekad Palestina untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan resolusi PBB dan pelestarian hak-hak Palestina, dengan pembentukan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Di kesempatan yang sama, Abu Rudeineh juga mengomentari pertemuan di Bahrain, di mana AS mengungkapnya bagian ekonomi dari kesepakatan abad ini. Dia mengatakan, pertemuan ini adalah kegagalan yang menakjubkan bagi pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.
“Kegagalan yang menakjubkan dari pertemuan Manama, harus menjadi pesan yang jelas kepada Trump dan pemerintahannya bahwa kebijakan dikte, ancaman, dan paksaan tidak lagi efektif dengan rakyat kita yang teguh dan kepemimpinannya yang sah yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas, yang menolak semua kesepakatan mencurigakan yang bertujuan melikuidasi tujuan nasional kita," ungkapnya.
"Tim bias ini tidak dapat menawarkan solusi yang dapat mengarah pada perdamaian yang abadi dan adil," kata juru bicara kepresidenan Palestina, Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir PressTV pada Minggu (30/6).
Dia lalu menyatakan tekad Palestina untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan resolusi PBB dan pelestarian hak-hak Palestina, dengan pembentukan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Di kesempatan yang sama, Abu Rudeineh juga mengomentari pertemuan di Bahrain, di mana AS mengungkapnya bagian ekonomi dari kesepakatan abad ini. Dia mengatakan, pertemuan ini adalah kegagalan yang menakjubkan bagi pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.
“Kegagalan yang menakjubkan dari pertemuan Manama, harus menjadi pesan yang jelas kepada Trump dan pemerintahannya bahwa kebijakan dikte, ancaman, dan paksaan tidak lagi efektif dengan rakyat kita yang teguh dan kepemimpinannya yang sah yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas, yang menolak semua kesepakatan mencurigakan yang bertujuan melikuidasi tujuan nasional kita," ungkapnya.
(esn)