Tujuh Fakta tentang DMZ, Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Minggu, 30 Juni 2019 - 16:24 WIB
Tujuh Fakta tentang...
Tujuh Fakta tentang DMZ, Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un
A A A
MOMEN sejarah tercipta di Zona Demiliterisasi (DMZ). Zona penyangga dua Korea itu menjadi saksi bagaiman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi presiden pertama negara adidaya itu yang menginjakkan kaki di Korea Utara (Korut). Ia juga menjabat tangan Pemimpin Korut Kim Jong-un di atas garis demarkasi yang memisahkan negara itu dengan Korea Selatan (Korsel).

Momen sejarah tidak berhenti sampai di situ. Keduanya, bersama Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in, kemudian melakukan pembicaraan trilateral secara tertutup.

Pertemuan Trump dengan Jong-un di DMZ adalah pertemuan ketiga antara kedua pemimpin hanya dalam waktu satu tahun. Pertemuan itu terjadi di perbatasan Perang Dingin terakhir di dunia yang telah menyaksikan serentetan insiden diplomatik dan militer yang dramatis selama bertahun-tahun

DMZ juga menjadi saksi puluhan putaran pembicaraan pemerintah, militer dan kemanusiaan sejak 1971, ketika kedua Korea membuka hotline pertama dan kantor penghubung mereka.

Momen paling terkenal adalah saat tentara Korut menggunakan kapak untuk membunuh dua tentara AS yang menebang pohon poplar untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas. Insiden itu terjadi pada tahun 1976.

Dalam rangka menyambut ulang tahun ke-7, SINDOnews.com menyuguhkan tujuh fakta tentang DMZ yang terbentang sepanjang 250 km, yang memisahkan Korea Utara dan Selatan, disadur dari Reuters.
Tujuh Fakta tentang DMZ, Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Fakta Pertama, DMZ menandai di mana Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Perang yang terjadi selama tiga tahun ini melibatkan Korut dan China yang bertempur dengan melawan pasukan PBB yang dipimpin oleh AS.
Tujuh Fakta tentang DMZ, Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Fakta Kedua, DMZ adalah zona penyangga selebar 2 km, membentang dari pantai ke pantai melintasi semenanjung Korea. Kedua sisinya dilapisi dengan kawat berduri, persenjataan berat dan perangkap tank.

DMZ berjarak 60 km dari Seoul dan 210 km dari Ibu Kota Korut, Pyongyang. Di dalamnya terdapat Area Keamanan Bersama (JSA). Desa perdamaian yang disebut Panmunjom, tempat gencatan senjata yang menghentikan Perang Korea ditandatangani pada tahun 1953, terletak di zona JSA selebar 800 meter dan panjang 400 meter.

Panmunjom adalah sekelompok bangunan biru cerah yang khas. KTT antar-Korea pertama dalam lebih dari satu dekade diadakan di Panmunjom tahun lalu.
Tujuh Fakta tentang DMZ, Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Kedua Korea memiliki kantor penghubung mereka sendiri dan ruang konferensi, di setiap sisi Garis Demarkasi Militer (MDL).

MDL sendiri menandai batas antara kedua Korea. Di MDL inilah kita menemui pemandangan kedua pasukan saling berhadapan di MDL di Panmunjom.
Tujuh Fakta tentang DMZ, Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Fakta Ketiga, di bawah kesepakatan tahun 1953, Komando AS dan militer Korut diizinkan untuk mengirimkan tidak lebih dari 35 tentara ke JSA, dan masing-masing dari mereka hanya dapat memiliki satu pistol atau senapan non-otomatis. Tetapi jumlah tentara dan senjata meningkat ketika hubungan memburuk.

Setelah pertemuan puncak ketiga antara kedua Korea pada bulan September, kedua belah pihak menarik senjata api dari JSA dan memotong jumlah pasukan kembali ke jumlah semula yaitu 35.
Tujuh Fakta tentang DMZ, Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Fakta Keempat, hamparan luas DMZ telah menjadi tanah tak bertuan selama lebih dari 60 tahun, di mana margasatwa tumbuh subur tanpa gangguan. Bagian lain dari wilayah itu menawarkan perpaduan instalasi militer dan tempat wisata yang memikat.

Menurut laporan PBB, lebih dari 105.000 wisatawan mengunjungi JSA dari Selatan pada 2017, sementara hampir 30.000 mengunjungi dari Utara.
Tujuh Fakta tentang DMZ, Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Fakta Kelima, Korsel memperkirakan Korut mengoperasikan sekitar 160 pos penjagaan di sepanjang DMZ sementara Seoul memiliki 60. Mereka masing-masing kemudian menghancurkan 11 pos setelah kesepakatan militer tahun lalu.
Tujuh Fakta tentang DMZ, Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Fakta Keenam, DMZ juga dipenuhi dengan ranjau darat yang ditanam selama beberapa dekade. Menurut Landmine and Cluster Munition Monitor, sebuah kelompok sipil berbasis di Jenewa, untuk di bagian selatan saja terdapat 970 ribu ranjau.
Tujuh Fakta tentang DMZ, Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Fakta Ketujuh, Selama bertahun-tahun, kedua belah pihak menyebarkan siaran propaganda di atas DMZ ke wilayah masing-masing. Siaran berakhir setelah perjanjian militer terjadi tahun lalu.
(ian)
Berita Terkait
7 Rekomendasi Drama...
7 Rekomendasi Drama Korea dari Han Hyo-Joo, Terbaru Moving
7 Penjahat Korut dalam...
7 Penjahat Korut dalam Drakor Moving dan Kekuatannya serta Profil Pemainnya
Bank DKI Raih Penghargaan...
Bank DKI Raih Penghargaan The Excellent Performance Bank in 5 Consecutive Years (2018-2023)
4 Cameo dalam Drakor...
4 Cameo dalam Drakor Moving Episode 1-7, 3 dari Hospital Playlist
Brian Sedih Tak Lagi...
Brian Sedih Tak Lagi Jadi Drummer: Sheila on 7 Memutuskan Berjalan Tanpa Saya
Insentif Likuiditas...
Insentif Likuiditas Kredit Forward Looking, Perlukah?
Berita Terkini
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
13 menit yang lalu
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
1 jam yang lalu
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
4 jam yang lalu
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
5 jam yang lalu
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
6 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Menarik Pelantikan...
5 Fakta Menarik Pelantikan Presiden AS Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved