Iran kepada PBB: Kami Tidak Bisa Selamatkan Kesepakatan Nuklir

Kamis, 27 Juni 2019 - 13:56 WIB
Iran kepada PBB: Kami...
Iran kepada PBB: Kami Tidak Bisa Selamatkan Kesepakatan Nuklir
A A A
NEW YORK - Iran mengatakan kepada Dewan Keamanan (DK) PBB bahwa mereka tidak bisa "sendirian" menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015. Pengakuan ini meningkatkan tekanan pada Eropa, Rusia dan China ketika Iran bergerak ke arah kemungkinan melanggar komitmennya untuk membatasi kegiatan nuklirnya.

"Iran telah melakukan banyak hal dan lebih dari sekadar bagiannya yang adil untuk mempertahankan kesepakatan nuklir," ujar Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi, dalam pertemuan DK PBB.

"Iran sendirian tidak dapat, tidak akan dan tidak mau mengambil semua beban lagi untuk melestarikan JCPOA," katanya, merujuk pada Rencana Aksi Komprehensif Bersama sebutan secara resmi kesepakatan itu seperti disitir dari AFP, Kamis (27/6/2019).

Iran telah mengatakan akan memiliki lebih dari 300 kilo uranium yang diperkaya. Jumlah itu melebihi dari yang diizinkan untuk dimiliki di bawah kesepakatan, hasil dari 12 tahun negosiasi diplomatik yang sulit.

Langkah itu telah meningkatkan kekhawatiran di antara para penandatangan lainnya - Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Cina - yang mendesak Iran untuk menepati komitmennya.

Tetapi duta besar AS berpendapat bahwa keluarnya AS dari kesepakatan nuklir dan pengenaan kembali sanksi telah membuat JCPOA hampir sepenuhnya tidak efektif.

Ravanchi bersikeras bahwa penandatangan lain, yaitu Inggris, Prancis dan Jerman, harus menemukan cara untuk memberikan kompensasi kepada Iran.

"Keputusan Iran untuk membatalkan batasan yang diberlakukan oleh perjanjian nuklir pada pengayaan uraniumnya mungkin tidak membantu mempertahankan perjanjian penting itu," kata kepala politik PBB Rosemary DiCarlo kepada DK PBB.

Enam negara Eropa secara terpisah merilis pernyataan bersama yang mengatakan mereka "sangat prihatin" dengan langkah terbaru Iran.

"Kami sangat mendesak Iran untuk terus menerapkan komitmennya di bawah JCPOA secara penuh dan untuk menahan diri dari langkah-langkah eskalasi," bunyi pernyataan dari Inggris, Prancis, Jerman, Polandia, Belgia dan Estonia.

Di bawah kesepakatan 2015, Iran berjanji untuk mengurangi kapasitas nuklirnya selama beberapa tahun dan mengizinkan pengawasan dengan imbalan bantuan sanksi.
(ian)
Berita Terkait
Berbicara di New York,...
Berbicara di New York, Ebrahim Raisi Persilakan PBB Cek Nuklir Iran
Kepala Nuklir PBB: Hubungan...
Kepala Nuklir PBB: Hubungan dengan Iran Harus Kembali ke Jalur
Iran Akan Matikan Kamera...
Iran Akan Matikan Kamera IAEA Sampai Kesepakatan Nuklir Dipulihkan
Luncurkan Rudal Balistik,...
Luncurkan Rudal Balistik, Prancis Tuding Iran Langgar Resolusi DK PBB
Pengawas Nuklir PBB...
Pengawas Nuklir PBB Desak Iran Lanjutkan Pembicaraan Nuklir yang Terhenti
PM Israel Rilis Dokumen...
PM Israel Rilis Dokumen Intelijen Iran Mata-matai Badan Nuklir PBB
Berita Terkini
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
41 menit yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
8 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
9 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
10 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
11 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
12 jam yang lalu
Infografis
Israel Ketakutan Iran...
Israel Ketakutan Iran Memperoleh Senjata Bom Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved