Pompeo: AS Bersiap Tarik Pasukan dari Afghanistan

Rabu, 26 Juni 2019 - 08:14 WIB
Pompeo: AS Bersiap Tarik...
Pompeo: AS Bersiap Tarik Pasukan dari Afghanistan
A A A
KABUL - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan Washington tengah bersiap untuk menarik pasukan dari Afghanistan, namun belum menyetujui kapan waktunya. Hal itu dikatakan Pompeo saat melakukan kunjungan ke Afghanistan tanpa pemberitahuan.

"Kami telah menjelaskan kepada Taliban bahwa kami siap untuk menarik pasukan kami. Saya ingin menjadi jelas, kami belum menyetujui jadwal waktu untuk melakukannya," kata Pompeo.

"Kehadiran pasukan di Afghanistan berdasarkan kondisi," imbuh diplomat top AS itu seperti dikutip dari CNN, Rabu (26/6/2019).

Pompeo membuat pernyataan saat menyambangi Kabul pada Selasa sebelum melakukan perjalanan ke New Delhi, India.

Pompeo mengatakan "kemajuan nyata" telah dibuat dalam perundingan damai Afghanistan dan pihak-pihak yang terlibat hampir menyelesaikan sebuah naskah perjanjian.

"Mengenai terorisme, kami telah membuat kemajuan nyata dan hampir siap untuk menyimpulkan draft teks yang menguraikan komitmen Taliban untuk bergabung dengan sesama warga Afghanistan dalam memastikan tanah Afghanistan tidak pernah lagi menjadi surga yang aman bagi para teroris," tutur Pompeo.

Taliban memainkan peran sentral yang mendukung serangan teroris 11 September 2001 di New York dan Pentagon. Sebelum serangan itu, pemerintah Taliban memberikan perlindungan kepada al-Qaeda dan setelah itu pemimpinnya, Mullah Omar, menolak untuk menyerahkan Osama bin Laden ke pihak berwenang internasional.

Dalam kesempatan itu, Pompeo juga menyinggung soal Iran yang berbagi perbatasan dengan Afghanistan.

"Saya tidak bisa berbagi banyak dengan Anda tentang keterlibatan Iran di Afghanistan," kata Pompeo saat konferensi pers.

"Saya akan mengatakan ini: Bukan kepentingan terbaik Iran untuk merusak proses perdamaian ini," imbuhnya.

"Adalah kepentingan terbaik setiap pemain regional bahwa proses perdamaian ini bergerak maju setelah 18 tahun," tukas Pompeo.

Kunjungan Pompeo terjadi sesaat sebelum pemerintahan Trump akan memulai babak baru pembicaraan AS dengan Taliban, yang akan dimulai 29 Juni di Qatar, menurut sebuah tweet oleh Perwakilan Khusus AS untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad.

Pembicaraan, yang menurut Khalilzad belum membuat "cukup" kemajuan, belum termasuk pemerintah Afghanistan, yang ditolak oleh Taliban untuk dinegosiasikan.

Konflik Afghanistan adalah perang terpanjang Amerika, telah berlangsung selama 17 tahun. Lebih dari 2.400 nyawa tentara AS melayang dan menelan biaya miliaran dolar serta telah merentang ke dalam pemerintahan AS ketiga. Presiden Donald Trump berkampanye untuk mengakhiri keterlibatan AS di Afghanistan dan konflik internasional lainnya.

Selama kunjungannya ke Afghanistan, Pompeo bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Kepala Eksekutif Abdullah Abdullah selama kunjungannya.
(ian)
Berita Terkait
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
China: Mesin-mesin Perang...
China: Mesin-mesin Perang Amerika Serikat Jadi Taman Bermain Taliban
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
Amerika Serikat Kirim...
Amerika Serikat Kirim Pesawat Pembom untuk Setop Kemajuan Taliban
Berita Terkini
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
28 menit yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
1 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
2 jam yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
10 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
11 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
12 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved