Tolak Aksi Militer, Trump Ingin Seret Iran ke Meja Perundingan
Kamis, 20 Juni 2019 - 06:33 WIB
Tolak Aksi Militer, Trump Ingin Seret Iran ke Meja Perundingan
A
A
A
WASHINGTON - Kebijakan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran bertujuan untuk membawanya ke meja perundingan, dan Washington tidak menginginkan aksi militer. Demikian yang dikatakan utusan khusus AS untuk Iran, Brian Hook.
Hook berbicara di panel komite Urusan Luar Negeri Kongres, di mana anggota parlemen mempertanyakan tindakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini terhadap Iran dan jika hal itu mengarah pada sebuah peperangan.
"Tidak seorang pun harus ragu tentang keinginan kami akan perdamaian atau kesiapan kami untuk menormalkan hubungan jika kami mencapai kesepakatan yang komprehensif," kata Hook seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (20/6/2019).
Dalam pernyataan pembukaannya, Hook mengatakan pemerintah AS ingin menekan ekonomi Teheran sehingga akan kembali untuk menegosiasikan ulang kesepakatan nuklir Iran.
Pada hari Senin, Pentagon menyetujui pengerahan 1.000 tentara tambahan ke Timur Tengah setelah tanker komersial di Teluk Oman diserang. AS menyalahkan Iran atas serangan itu.
Hook mengatakan pengerahan itu defensif dan bahwa AS tidak mencari aksi militer.
Banyak orang di Kongres takut pengerahan itu, bersama dengan sanksi dan retorika yang semakin memanas ke Iran, pada akhirnya akan mengarah pada konfrontasi militer.
Anggota Kongres bertanya kepada Hook apakah pemerintahan Trump akan menggunakan Otorisasi untuk Penggunaan Hukum Militer guna melewati Kongres dan menyatakan perang terhadap Iran.
Undang-undang ini disahkan pada tahun 2001 setelah 11 September dan memberi wewenang tindakan militer terhadap siapa pun yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, serta pasukan terkait.
Hook menghindari pertanyaan itu dan menjawab dengan mengatakan: "Kami akan melakukan semua yang harus kami lakukan dan pemerintah akan mematuhi hukum."
Ketegangan antara Iran dan AS mulai meningkat pada Mei 2018, ketika AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015 dan menerapkan kembali sanksi keras terhadap Teheran. Bulan lalu, Iran mengumumkan akan menarik diri dari beberapa komitmen di bawah kesepakatan nuklir. Meski begitu, Teheran menyatakan bahwa mereka tidak ingin mengejar senjata nuklir.
Hook berbicara di panel komite Urusan Luar Negeri Kongres, di mana anggota parlemen mempertanyakan tindakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini terhadap Iran dan jika hal itu mengarah pada sebuah peperangan.
"Tidak seorang pun harus ragu tentang keinginan kami akan perdamaian atau kesiapan kami untuk menormalkan hubungan jika kami mencapai kesepakatan yang komprehensif," kata Hook seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (20/6/2019).
Dalam pernyataan pembukaannya, Hook mengatakan pemerintah AS ingin menekan ekonomi Teheran sehingga akan kembali untuk menegosiasikan ulang kesepakatan nuklir Iran.
Pada hari Senin, Pentagon menyetujui pengerahan 1.000 tentara tambahan ke Timur Tengah setelah tanker komersial di Teluk Oman diserang. AS menyalahkan Iran atas serangan itu.
Hook mengatakan pengerahan itu defensif dan bahwa AS tidak mencari aksi militer.
Banyak orang di Kongres takut pengerahan itu, bersama dengan sanksi dan retorika yang semakin memanas ke Iran, pada akhirnya akan mengarah pada konfrontasi militer.
Anggota Kongres bertanya kepada Hook apakah pemerintahan Trump akan menggunakan Otorisasi untuk Penggunaan Hukum Militer guna melewati Kongres dan menyatakan perang terhadap Iran.
Undang-undang ini disahkan pada tahun 2001 setelah 11 September dan memberi wewenang tindakan militer terhadap siapa pun yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, serta pasukan terkait.
Hook menghindari pertanyaan itu dan menjawab dengan mengatakan: "Kami akan melakukan semua yang harus kami lakukan dan pemerintah akan mematuhi hukum."
Ketegangan antara Iran dan AS mulai meningkat pada Mei 2018, ketika AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015 dan menerapkan kembali sanksi keras terhadap Teheran. Bulan lalu, Iran mengumumkan akan menarik diri dari beberapa komitmen di bawah kesepakatan nuklir. Meski begitu, Teheran menyatakan bahwa mereka tidak ingin mengejar senjata nuklir.
(ian)