Ibu Ani Yudhoyono Tutup Usia, Dubes AS Sampaikan Belasungkawa
Sabtu, 01 Juni 2019 - 15:12 WIB
Ibu Ani Yudhoyono Tutup Usia, Dubes AS Sampaikan Belasungkawa
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr, menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono. Ibu Ani Yudhoyono tutup usia setelah menjalani perawatan intensif di Intensive Care Unit (ICU) National University Hospital (NUH) Singapura, Sabtu (1/6/2019).
"Atas nama rakyat Amerika dan Pemerintah Amerika Serikat, saya menyampaikan belasungkawa yang terdalam atas meninggalnya mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Ibu Yudhoyono adalah pembela yang tidak kenal lelah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan juga seorang teman untuk Amerika Serikat," kata Donovan dalam rilis yang diterima Sindonews.
"Bersama keluarga dan sahabat beliau, serta rakyat Indonesia, kami turut berduka atas meninggalnya dan menghargai jasa-jasanya," tukasnya.
Mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono menjalani perawatan di Singapura sejak 2 Februari 2019 lalu atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia. Dia divonis mengidap blood cancer atau kanker darah. Informasi itu dibagikan sendiri oleh SBY.
Setelah tiga bulan menjalani pengobatan di ruang perawatan di National University Hospital Singapura, Ani Yudhoyono sempat diperkenankan keluar ruangan. Kondisinya yang tampak membaik seolah memberi angin Ketika itu dia pun mengucapkan syukur karena bisa menghirup udara segar.
Kondisi kesehatan Ani Yudhoyono menurun pada Rabu (29/05/2019) lalu. Hal itu diungkapkan Agus Harimurti Yudhoyono mewakili pihak keluarga. Ibu Ani harus dirawat secara intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU), di NUH Singapura.
Tindakan itu diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi penurunan kesehatan Ibu Ani yang masih belum stabil. Ibu Ani memerlukan penanganan ekstra.
Dua hari berselang, Jumat (31/5/2019), Ibu Ani dikabarkan sempat tidak sadarkan diri.
Setelah menjalani perawatan selama empat bulan terakhir, akhirnya Ani Yudhoyono menghembuskan nafas terakhir dalam perjuangan melawan penyakit kanker darah yang dideritanya.
"Atas nama rakyat Amerika dan Pemerintah Amerika Serikat, saya menyampaikan belasungkawa yang terdalam atas meninggalnya mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Ibu Yudhoyono adalah pembela yang tidak kenal lelah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan juga seorang teman untuk Amerika Serikat," kata Donovan dalam rilis yang diterima Sindonews.
"Bersama keluarga dan sahabat beliau, serta rakyat Indonesia, kami turut berduka atas meninggalnya dan menghargai jasa-jasanya," tukasnya.
Mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono menjalani perawatan di Singapura sejak 2 Februari 2019 lalu atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia. Dia divonis mengidap blood cancer atau kanker darah. Informasi itu dibagikan sendiri oleh SBY.
Setelah tiga bulan menjalani pengobatan di ruang perawatan di National University Hospital Singapura, Ani Yudhoyono sempat diperkenankan keluar ruangan. Kondisinya yang tampak membaik seolah memberi angin Ketika itu dia pun mengucapkan syukur karena bisa menghirup udara segar.
Kondisi kesehatan Ani Yudhoyono menurun pada Rabu (29/05/2019) lalu. Hal itu diungkapkan Agus Harimurti Yudhoyono mewakili pihak keluarga. Ibu Ani harus dirawat secara intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU), di NUH Singapura.
Tindakan itu diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi penurunan kesehatan Ibu Ani yang masih belum stabil. Ibu Ani memerlukan penanganan ekstra.
Dua hari berselang, Jumat (31/5/2019), Ibu Ani dikabarkan sempat tidak sadarkan diri.
Setelah menjalani perawatan selama empat bulan terakhir, akhirnya Ani Yudhoyono menghembuskan nafas terakhir dalam perjuangan melawan penyakit kanker darah yang dideritanya.
(ian)