Bersumpah Bela Diri dari Agresi China, Taiwan Gelar Latihan Militer

Kamis, 30 Mei 2019 - 14:26 WIB
Bersumpah Bela Diri...
Bersumpah Bela Diri dari Agresi China, Taiwan Gelar Latihan Militer
A A A
PINGTUNG - Pasukan udara, laut dan darat Taiwan melakukan latihan untuk mengusir pasukan penjajah pada hari Kamis (30/5/2019). Latihan ini digelar ketika menteri pertahanannya berjanji untuk mempertahankan pulau otonom itu terhadap meningkatnya ancaman militer China.

Jet-jet tempur Taiwan melancarkan serangan dan kapal perang diluncurkan untuk menghancurkan tempat bertahan musuh, sementara lebih dari 3.000 tentara ikut serta dalam latihan tembak langsung di daerah selatan Pingtung.

Selama latihan militer tahunan di seluruh pulau minggu ini, jet tempur telah mendarat di jalan raya utama Taiwan dan latihan serangan udara telah membuat kota-kota utamanya ditutup.

Baca juga: Simulasi Diserang China, Jet Tempur Taiwan Mendarat di Jalan Raya

Sementara itu hanya latihan tiruan, Menteri Pertahanan Taiwan Yen Teh-fa tidak meninggalkan keraguan di mana ancaman terbesar yang dirasakan berada.

"Kekuatan militer Partai Komunis China terus berkembang, tanpa melepaskan penggunaan kekuatan untuk menyerang Taiwan," kata Yen kepada wartawan saat mengamati latihan itu seperti disitir dari Reuters.

Komentar Yen mengikuti lonjakan ketegangan lintas-selat. Selama beberapa bulan terakhir, militer China melakukan latihan ekstensif dengan kapal perang, pembom, dan pesawat pengintai di dekat pulau itu, membuat Taipei mengecamnya sebagai intimidasi.

Yen mengatakan itu adalah niat Beijing untuk menghancurkan stabilitas regional dan keamanan lintas selat.

China melihat Taiwan bagian dari "satu China" dan tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau demokrasi di bawah kendalinya.

Taiwan adalah salah satu dari banyaknya titik panas dalam hubungan AS-China, yang meliputi meningkatnya perang dagang dan postur militer berotot China di Laut Cina Selatan, di mana Amerika Serikat juga melakukan patroli kebebasan navigasi.

Awal bulan ini, pejabat senior AS dan Taiwan mengadakan pertemuan langka, sebuah langkah yang membuat Beijing marah.

China telah meningkatkan tekanan pada Taiwan, mencurigai bahwa Presiden Tsai Ing-wen mendorong kemerdekaan resmi pulau itu - garis merah untuk Beijing.

Tsai berulang kali mengatakan dia ingin mempertahankan status quo dengan China tetapi akan membela keamanan dan demokrasi Taiwan.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Hadapi Militer China,...
Hadapi Militer China, Taiwan Mulai Pembangunan Kapal Selam Baru
Rudal DF-26D Pembunuh...
Rudal DF-26D Pembunuh Kapal Induk dari China Bikin Amerika Cemas
China Gelar Patroli...
China Gelar Patroli Tempur Dekat Wilayah Taiwan
Beredar Video Tank dan...
Beredar Video Tank dan Rudal China Dikerahkan ke Dekat Taiwan
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
5 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
7 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
8 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
10 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
10 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
12 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved