'Taliban Amerika' Akan Dibebaskan dari Penjara Hari Kamis
Kamis, 23 Mei 2019 - 13:50 WIB
'Taliban Amerika' Akan Dibebaskan dari Penjara Hari Kamis
A
A
A
WASHINGTON - John Walker Lindh, pria Amerika Serikat (AS) yang ditangkap pada tahun 2001 karena bertempur untuk Taliban, akan dibebaskan lebih awal dari penjara federal pada hari Kamis (23/5/2019) waktu setempat. Beberapa Senator Amerika khawatir sang "Taliban Amerika" itu masih menimbulkan risiko keamanan.
Lindh, yang ditangkap di Afghanistan, akan meninggalkan penjara federal di Terre Haute, Indiana dalam masa percobaan setelah menjalani 17 tahun dari hukuman 20 tahun penjara. Hal itu disampaikan seorang pejabat penjara federal.
Lindh yang sekarang berusia 38 tahun merupakan satu dari lusinan tahanan yang akan dibebaskan selama beberapa tahun ke depan. Para tahanan itu ditangkap di Irak dan Afghanistan oleh pasukan AS dan dihukum karena kejahatan terkait terorisme setelah serangan 11 September 2001.
Pembebasannya memicu keberatan dari para Senator, yang rata-rata bertanya mengapa Lindh dibebaskan lebih awal. Menurut mereka, pertimbangan pembebasan bersyarat harus melihat radikalisasi dan residivisme di antara mantan jihadis.
Bocoran dokumen pemerintah AS yang diterbitkan oleh majalah Foreign Policy menunjukkan pemerintah federal menggambarkan Lindh memiliki "pandangan ekstremis."
"Apa kebijakan, strategi, dan proses antarlembaga saat ini untuk memastikan bahwa pelaku teror/ekstremis berhasil masuk kembali ke masyarakat?," tanya Senator AS Richard Shelby dan Margaret Hassan dalam sepucuk surat kepada Biro Penjara Federal, seperti dikutip Reuters, Kamis (23/5/2019).
Orang tua Lindh, Marilyn Walker dan Frank Lindh tidak segera menanggapi permintaan komentar dari wartawan. Pengacara Lindh, Bill Cummings, menolak berkomentar.
Melissa Kimberley, juru bicara penjara Terre Haute di Indiana, tidak dapat mengonfirmasi rincian pembebasan Lindh.
Lindh, kelahiran AS, beralih keyakinan dari Katolik ke Islam saat remaja. Pada saat menjalani hukumannya tahun 2002, dia mengaku pernah pergi ke Yaman untuk belajar bahasa Arab dan kemudian ke Pakistan untuk belajar Islam. Dia juga mengaku mengajukan diri sebagai tentara Taliban untuk membantu sesama Muslim dalam perjuangan atau "jihad" mereka.
Dia mengatakan tidak punya niat untuk melawan Amerika. Lindh mengatakan kepada pengadilan bahwa dia mengutuk terorisme di setiap tingkat dan serangan oleh pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden sebagai tindakan yang benar-benar bertentangan dengan Islam.
Tetapi sebuah laporan Januari 2017 oleh Pusat Kontraterorisme Nasional pemerintah AS, yang diterbitkan oleh Foreign Policy, mengatakan bahwa pada Mei 2016, Lindh terus mengadvokasi jihad global dan menulis serta menerjemahkan teks-teks ekstremis yang kejam.
NBC melaporkan Lindh menulis surat ke KNBC Los Angeles pada 2015 untuk menyatakan dukungannya kepada ISIS, dengan mengatakan kelompok radikal itu memenuhi kewajiban agama untuk mendirikan kekhalifahan melalui perjuangan bersenjata.
Lindh, yang ditangkap di Afghanistan, akan meninggalkan penjara federal di Terre Haute, Indiana dalam masa percobaan setelah menjalani 17 tahun dari hukuman 20 tahun penjara. Hal itu disampaikan seorang pejabat penjara federal.
Lindh yang sekarang berusia 38 tahun merupakan satu dari lusinan tahanan yang akan dibebaskan selama beberapa tahun ke depan. Para tahanan itu ditangkap di Irak dan Afghanistan oleh pasukan AS dan dihukum karena kejahatan terkait terorisme setelah serangan 11 September 2001.
Pembebasannya memicu keberatan dari para Senator, yang rata-rata bertanya mengapa Lindh dibebaskan lebih awal. Menurut mereka, pertimbangan pembebasan bersyarat harus melihat radikalisasi dan residivisme di antara mantan jihadis.
Bocoran dokumen pemerintah AS yang diterbitkan oleh majalah Foreign Policy menunjukkan pemerintah federal menggambarkan Lindh memiliki "pandangan ekstremis."
"Apa kebijakan, strategi, dan proses antarlembaga saat ini untuk memastikan bahwa pelaku teror/ekstremis berhasil masuk kembali ke masyarakat?," tanya Senator AS Richard Shelby dan Margaret Hassan dalam sepucuk surat kepada Biro Penjara Federal, seperti dikutip Reuters, Kamis (23/5/2019).
Orang tua Lindh, Marilyn Walker dan Frank Lindh tidak segera menanggapi permintaan komentar dari wartawan. Pengacara Lindh, Bill Cummings, menolak berkomentar.
Melissa Kimberley, juru bicara penjara Terre Haute di Indiana, tidak dapat mengonfirmasi rincian pembebasan Lindh.
Lindh, kelahiran AS, beralih keyakinan dari Katolik ke Islam saat remaja. Pada saat menjalani hukumannya tahun 2002, dia mengaku pernah pergi ke Yaman untuk belajar bahasa Arab dan kemudian ke Pakistan untuk belajar Islam. Dia juga mengaku mengajukan diri sebagai tentara Taliban untuk membantu sesama Muslim dalam perjuangan atau "jihad" mereka.
Dia mengatakan tidak punya niat untuk melawan Amerika. Lindh mengatakan kepada pengadilan bahwa dia mengutuk terorisme di setiap tingkat dan serangan oleh pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden sebagai tindakan yang benar-benar bertentangan dengan Islam.
Tetapi sebuah laporan Januari 2017 oleh Pusat Kontraterorisme Nasional pemerintah AS, yang diterbitkan oleh Foreign Policy, mengatakan bahwa pada Mei 2016, Lindh terus mengadvokasi jihad global dan menulis serta menerjemahkan teks-teks ekstremis yang kejam.
NBC melaporkan Lindh menulis surat ke KNBC Los Angeles pada 2015 untuk menyatakan dukungannya kepada ISIS, dengan mengatakan kelompok radikal itu memenuhi kewajiban agama untuk mendirikan kekhalifahan melalui perjuangan bersenjata.
(mas)