Arab Saudi Cs Serukan Qatar Berhenti Danai Kelompok Teror

Jum'at, 17 Mei 2019 - 09:16 WIB
Arab Saudi Cs Serukan...
Arab Saudi Cs Serukan Qatar Berhenti Danai Kelompok Teror
A A A
JENEWA - Arab Saudi, Bahrain dan Mesir meminta Qatar untuk berhenti mendanai kelompok-kelompok teroris dan menghormati hak-hak pekerja migran. Permintaan itu disampaikan dalam pidato yang disampaikan oleh ketiga negara di hadapan Dewan HAM PBB pada pertemuan di Jenewa untuk meninjau kembali situasi HAM di negara Teluk.

Dalam pidatonya, Arab Saudi meminta Qatar untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan pendanaan kelompok-kelompok teroris. Saudi juga meminta Qatar mengambil langkah-langkah untuk tidak membiarkan platform media menyebarkan fanatisme.

Arab Saudi juga menyerukan penghapusan hambatan yang saat ini menghambat warga Qatar dan ekspatriat yang bekerja di Qatar untuk melakukan haji dan umrah.

Saudi juga menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan yang tragis dari ratusan anggota klan Al-Ghufran, setelah pemerintah Qatar menarik kewarganegaraan dari ratusan keluarga, menyita properti dan memindahkan mereka dari rumahnya seperti dikutip dari Arab News, Jumat (17/5/2019).

Sementara Bahrain menyerukan Doha untuk menghapus hambatan keadilan bagi pekerja migran guan memastikan perlindungan mereka dari pelecehan dan eksploitasi. Bahrain juga meminta Qatar untuk menghukum mereka yang melanggar dan memastikan para pekerja migran menerima upah tepat waktu.

Bahrain juga menyerukan Qatar untuk menerapkan reformasi untuk mencegah kerja paksa, dan sepenuhnya mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Menentang Perdagangan Manusia, memastikan bahwa para korban kerja paksa dan perdagangan menerima keadilan.

Sedangkan Mesir mengamini apa yang diserukan Arab Saudi, berhenti memberikan dukungan finansial kepada para teroris, termasuk mengizinkan platform media yang menyebarkan pidato kebencian dan membenarkan kekerasan atau hasutan untuk beroperasi di bawah perlindungannya.

Kairo meminta Doha untuk mengakhiri semua penahanan sewenang-wenang dan memberlakukan penghilangan paksa terhadap sejumlah warga negaranya sendiri. Doha juga diminta untuk berkomitmen pada Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-hak Pekerja Migran dan Keluarga Mereka, serta mengadopsi undang-undang untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan, terutama migran.
(ian)
Berita Terkait
Arab Saudi Buka Lagi...
Arab Saudi Buka Lagi Kedubes di Qatar dalam Beberapa Hari
Arab Saudi, UEA, Bahrain,...
Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir Cabut Blokade Qatar Hari Ini
Deretan Perdana Menteri...
Deretan Perdana Menteri yang Menjabat di Negara-negara Arab
Sekutu Amerika Serikat...
Sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah yang Saling Bermusuhan, Kebanyakan Menyangkut Israel
Qatar Jadi Negara Terkaya...
Qatar Jadi Negara Terkaya Nomor 1 di Dunia Arab, Kalahkan Arab Saudi
Arab Saudi, UEA, Bahrain,...
Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir Tidak Mengutuk Pembunuhan Ismail Haniyeh
Berita Terkini
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
31 menit yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
1 jam yang lalu
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
5 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
6 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
7 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
8 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved