Presiden Trump Peringatkan China Tak Balas Kenaikan Tarif

Selasa, 14 Mei 2019 - 08:39 WIB
Presiden Trump Peringatkan...
Presiden Trump Peringatkan China Tak Balas Kenaikan Tarif
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Beijing agar tak membalas tindakan Washington menaikkan tarif pada produk dari China. Pernyataan Trump itu muncul setelah China menegaskan tak akan menyerah pada tekanan luar.

Perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu memanas sejak Jumat (10/5) saat Trump menaikkan tarif untuk barang-barang China senilai USD200 miliar. Menurut Trump, China mengingkari komitmen awal yang dibuat selama beberapa bulan negosiasi.

China berjanji merespons tarif terbaru AS. “Untuk lebih rinci, tolong terus memberi perhatian. Menirukan ekspresi AS, tunggu dan lihat,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Geng Shuang, kemarin.

Trump memperingatkan China agar tidak memperburuk konflik dagang dan mendesak para pemimpinnya terus bekerja mencapai kesepakatan. “China tidak boleh membalas hingga tambah buruk,” tweet Trump.

“Saya katakan terbuka pada Presiden Xi dan semua banyak teman saya di China bahwa China akan terluka sangat parah jika Anda tidak membuat kesepakatan karena perusahaan-perusahaan akan dipaksa meninggalkan China untuk negara lain,” tweet Trump.

Bursa global anjlok kemarin saat harapan kesepakatan dagang telah sirna. Trump pekan lalu juga memerintahkan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mulai menerapkan tarif pada seluruh produk impor lainnya dari China, langkah yang dapat memengaruhi barang-barang senilai USD300 miliar.

Ditanya tentang ancaman AS itu, Geng menyatakan, “Kami telah katakan beberapa kali bahwa menambahkan tarif tidak akan menyelesaikan masalah apapun. Kami telah yakin dan mampu melindungi hak legal dan sah kami.”

Media China menegaskan kembali bahwa pintu perundingan tetap terbuka, tapi pemerintah akan membela kepentingan dan martabatnya. Televisi nasional China menyatakan dampak ekonomi China akibat tarif AS bisa dikontrol seluruhnya. “Ini bukan masalah besar. China mengubah krisis menjadi peluang dan menggunakan ini untuk menguji kemampuannya, untuk membuat negara semakin kuat,” kata laporan televisi China.

Sebelum perundingan tingkat tinggi pekan lalu di Washington, China mencoba menghapus sejumlah komitmen dari draf kesepakatan bahwa hukum China akan diubah untuk menerapkan kebijakan baru dalam berbagai isu dari perlindungan kekayaan intelektual hingga memaksakan transfer teknologi.
(don)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
Berita Terkini
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
49 menit yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
1 jam yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
3 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
4 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
6 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
8 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved