Tekan Iran, AS Bakal Kirim Kapal Perang Tambahan dan Rudal Patriot

Sabtu, 11 Mei 2019 - 06:06 WIB
Tekan Iran, AS Bakal...
Tekan Iran, AS Bakal Kirim Kapal Perang Tambahan dan Rudal Patriot
A A A
WASHINGTON - Pentagon menyetujui untuk menyebar baterai pertahanan rudal Patriot dan kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) tambahan ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Kapal perang USS Arlinton dan baterai rudal Patriot akan bergabung dengan kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dan sebuah gugus tugas pembom Angkatan Udara AS. Semuanya telah dikerahkan awal pekan ini ke kawasan itu dalam menanggapi peningkatan kesiapan Iran untuk melakukan operasi ofensif.

Sistem rudal Patriot, yang diproduksi oleh Raytheon, diuji tempur terhadap pesawat, drone, rudal jelajah, dan rudal balistik taktis. Sistem pertahanan itu saat ini digunakan di Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab.

Pasukan tambahan AS ke Timur Tengah adalah upaya terbaru pemerintahan Trump untuk menekan Teheran atas dukungannya bagi proliferasi senjata nuklir dan kelompok-kelompok ekstremis di Timur Tengah.

"Departemen Pertahanan terus memantau dengan cermat kegiatan rezim Iran, militer dan proksi mereka. Karena keamanan operasional, kami tidak akan membahas jadwal waktu atau lokasi pasukan. Amerika Serikat tidak mencari konflik dengan Iran, tetapi kami diposisikan dan siap untuk membela pasukan dan kepentingan AS di kawasan itu," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Pentagon seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (11/5/2019).

Pada hari Rabu, Trump memerintahkan sanksi baru yang dikenakan pada logam Iran, sumber pendapatan ekspor terkait non-minyak terbesar Teheran. AS juga membidik minyak Iran dengan secara efektif memesan negara-negara di seluruh dunia untuk berhenti membeli minyak Teheran atau menghadapi sanksi mereka sendiri.

Baca juga: Trump Tampar Iran dengan Sanksi Baru

Selain itu, AS menunjuk Garda Revolusi Iran sebagai kelompok teroris yang ditanggapi Iran dengan ancaman untuk menutup Selat Hormuz di Teluk, tempat sekitar sepertiga kapal ekspor minyak dunia lewat. AS kemudian mengumumkan bahwa pihaknya mempercepat penyebaran kelompok tempur kapal induk yang dilengkapi dengan pesawat pembom ke wilayah tersebut.

Teheran mengumumkan pihaknya melonggarkan beberapa pembatasan pada program nuklirnya tetapi tidak akan melanggar perjanjian 2015 dengan Rusia, China, Inggris, Prancis, Jerman dan AS. Iran telah menyetujui batasan pada program nuklirnya yang disengketakan dengan imbalan bantuan sanksi. Setahun yang lalu Trump menarik AS dari Joint Comprehensive Plan of Action, atau JCPOA, menyebutnya sebagai kesepakatan sepihak yang mengerikan.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
2 menit yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
30 menit yang lalu
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
1 jam yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved