Macron: AS Bertanggung Jika Iran Keluar dari Perjanjian Nuklir

Jum'at, 10 Mei 2019 - 01:06 WIB
Macron: AS Bertanggung...
Macron: AS Bertanggung Jika Iran Keluar dari Perjanjian Nuklir
A A A
SIBIU - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Amerika Serikat (AS) akan bertanggung jawab jika pemerintah Iran keluar dari perjanjian nuklir 2015. Hal itu diungkapkannya di sebuah konferensi pers setelah KTT informal para pemimpin Uni Eropa di kota Sibiu, Rumania.

"Pertama, Iran tidak menarik perjanjian ini. Kedua, jika Iran menarik diri dari perjanjian ini, itu akan menjadi tanggung jawab Amerika Serikat. Kami tidak akan mencampuradukkan peran dan mengatakan itu adalah orang Eropa," kata pemimpin Prancis itu seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (10/5/2019).

Pernyataan Macron itu menyusul pengumuman Kementerian Luar Negeri Rusia yang menyatakan AS harus menghentikan segala kegiatan yang menghambat kerja sama politik dan ekonomi negara-negara lain dengan Iran.

Pernyataan ini dibuat tak lama setelah kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mencatat bahwa Uni Eropa tetap berkomitmen untuk pelaksanaan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), kesepakatan nuklir yang ditandatangani dengan Iran pada 2015, selama Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi bahwa Teheran bertindak sesuai dengan kesepakatan.

Setahun setelah penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran, Teheran mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan sebagian komitmennya di bawah kesepakatan. Iran juga memberi Eropa waktu 60 hari untuk memastikan kepentingan Teheran dilindungi berdasarkan perjanjian. Jika tidak, Teheran siap untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk menghapus JCPOA.

Baca juga: Iran Beri Waktu 60 hari untuk Ketentuan Kesepakatan Nuklir Baru

Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi pada logam Iran termasuk besi, baja, aluminium dan tembaga.

Baca juga: Trump Tampar Iran dengan Sanksi Baru

Pada 8 Mei 2018, Trump mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015 dan mengembalikan sanksi luas terhadap Teheran, termasuk sanksi sekunder yang menargetkan bisnis dan lembaga keuangan negara yang memiliki hubungan komersial dengan Republik Islam.

Iran, China, Jerman, Prancis, Rusia, Inggris, dan UE menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kesepakatan itu setelah Amerika Serikat keluar.
(ian)
Berita Terkait
Tuding Iran Buat Senjata...
Tuding Iran Buat Senjata Nuklir, Prancis Desak Perjanjian Nuklir Dihidupkan Kembali
Prancis Sebut AS dan...
Prancis Sebut AS dan Eropa akan Bertemu Bahas Kesepakatan Nuklir Iran
Prancis: Hanya Tersisa...
Prancis: Hanya Tersisa Beberapa Pekan untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Prancis dan Jerman Desak...
Prancis dan Jerman Desak AS Kembali ke Pendekatan Bersama Terhadap Iran
Prancis Ketakutan Iran...
Prancis Ketakutan Iran Bakal Tinggalkan Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir
Berita Terkini
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
27 menit yang lalu
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
1 jam yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
2 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
2 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
3 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved