Tujuh Perwira Militer Venezuela Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Minggu, 05 Mei 2019 - 10:32 WIB
Tujuh Perwira Militer...
Tujuh Perwira Militer Venezuela Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
A A A
CARACAS - Sedikitnya tujuh perwira militer Venezuela tewas ketika helikopter yang mereka tumpangi jatuh saat menuju sebuah akademi militer di mana Presiden Nicolas Maduro muncul bersama pasukan yang loyal kepadanya.

Helikopter Cougar jatuh di gunung di luar Ibu Kota Caracas pada Sabtu dini hari. Investigasi untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut tengah dilakukan.

Angkatan bersenjata Venezuela dalam sebuah pernyataan mengatakan helikopter itu menuju ke San Carlos di negara bagian Cojedes. Lokasi itu dekat akademi militer tempat Maduro muncul pada Sabtu pagi untuk mengawasi latihan setelah satu minggu intrik yang membuat sekelompok kecil pasukan keamanan berbalik melawannya dalam upaya kudeta yang gagal oleh pemimpin oposisi Juan Guaido untuk menggulingkan pemerintah.

Di atas helikopter itu ada dua letnan kolonel dan juga lima perwira berpangkat rendah. Pernyataan itu tidak mengatakan apakah helikopter itu bagian dari delegasi presiden seperti dikutip dari Washington Post, Minggu (5/5/2019).

Militer Venezuela memiliki perang penting dalam krisis politik yang melanda negara itu. Peran itu ditunjukkan ketika Maduro berusaha menggambarkan kekuatan dengan bergabung bersama pasukan di akademi militer. Di sisi lain, tokoh oposisi Juan Guaido berusaha merayu pasukan bersenjata agar mau membelot dengan mendesak para pendukungnya ke jalan-jalan

Televisi nasional menunjukkan Maduro mengenakan topi kamuflase ketika dia berjabat tangan dan melakukan tos dengan pasukan keamanan selama kunjungan ke pangkalan militer sebelum menyaksikan pasukan terlibat dalam latihan menembak.

"Setia selamanya," seru Maduro kepada kerumunan taruna tentara berseragam hijau.

Sementara itu, Guaido mengatakan kepada para pendukung untuk pergi ke garnisun militer guna membujuk pasukan agar berbalik melawan Maduro, yang tahun-tahun jabatannya telah ditandai dengan meningkatnya kesulitan bagi kebanyakan orang di negara yang dulunya salah satu yang terkaya di Amerika Latin.

Lebih dari tiga juta rakyat Venezuela telah meninggalkan negara itu untuk keluar dari ekonomi yang menyusut, hiperinflasi, dan kekurangan kebutuhan seperti obat-obatan.

Pihak oposisi menyalahkan krisis ekonomi pada korupsi negara, salah kelola dan otoriterisme serta mengatakan terpilihnya kembali Maduro tahun lalu tidak sah. Sedangkan Maduro menggambarkan Venezuela sebagai korban pertentangan AS terhadap prinsip-prinsip sosialis yang diperjuangkan oleh pendahulunya, Hugo Chavez.
(ian)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
28 menit yang lalu
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
1 jam yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
2 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
2 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
3 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
3 jam yang lalu
Infografis
2 Jenderal IRGC Tewas...
2 Jenderal IRGC Tewas dalam Serangan Udara Israel di Damaskus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved