Maduro Instruksikan Militer Bersiap Usir Serangan AS di Venezuela
Minggu, 05 Mei 2019 - 01:31 WIB
Maduro Instruksikan Militer Bersiap Usir Serangan AS di Venezuela
A
A
A
CARACAS - Presiden Nicolas Maduro Moros menginstruksikan militer untuk bersiap mengusir serangan Amerika Serikat (AS). Dia menyalahkan Washington yang dianggap berada di belakang upaya kudeta yang gagal.
"Pasukan Venezuela harus siap untuk membela negara ini dengan senjata di tangan jika suatu hari kekaisaran Amerika Utara berani menyentuh tanah ini, tanah suci ini," kata Maduro di depan ribuan taruna muda di negara bagian Cojedes, hari Sabtu (4/5/2019).
“Kami bukan negara yang lemah atau tidak berdaya. Kami adalah negara dengan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian yang kuat, yang harus lebih bersatu dan loyal daripada sebelumnya," ujar Maduro, seperti dikutip Russia Today.
"Tetapi untuk saat ini, AS melancarkan perang non-tradisional melawan Venezuela karena mereka ingin memerintah seluruh (Amerika)," imbuh presiden sosialis tersebut.
Menurutnya, Washington berusaha memberlakukan konspirasi dengan banyak uang, untuk menghancurkan dan memecah belah pasukan bersenjata Venezuela dari dalam. "Dengan bantuan sekelompok pengkhianat," ujarnya, merujuk pada upaya kudeta yang gagal pada hari Selasa.
Kudeta yang gagal itu diserukan pemimpin oposisi Juan Guaido yang telah mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela. Beberapa tentara yang membelot telah bergabung dengan pemimpin Majelis Nasional atau Parlemen tersebut.
Upaya kudeta gagal dalam beberapa jam karena angkatan bersenjata sangat mendukung Maduro, presiden terpilih dalam pemilu 2018.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo telah menyatakan bahwa invasi terhadap Venezuela akan dilakukan jika hal itu diperlukan untuk menggulingkan Maduro. Pemerintah Presiden Donald Trump juga menegaskan bahwa semua opsi untuk krisis Venezuela ada di atas meja.
"Pasukan Venezuela harus siap untuk membela negara ini dengan senjata di tangan jika suatu hari kekaisaran Amerika Utara berani menyentuh tanah ini, tanah suci ini," kata Maduro di depan ribuan taruna muda di negara bagian Cojedes, hari Sabtu (4/5/2019).
“Kami bukan negara yang lemah atau tidak berdaya. Kami adalah negara dengan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian yang kuat, yang harus lebih bersatu dan loyal daripada sebelumnya," ujar Maduro, seperti dikutip Russia Today.
"Tetapi untuk saat ini, AS melancarkan perang non-tradisional melawan Venezuela karena mereka ingin memerintah seluruh (Amerika)," imbuh presiden sosialis tersebut.
Menurutnya, Washington berusaha memberlakukan konspirasi dengan banyak uang, untuk menghancurkan dan memecah belah pasukan bersenjata Venezuela dari dalam. "Dengan bantuan sekelompok pengkhianat," ujarnya, merujuk pada upaya kudeta yang gagal pada hari Selasa.
Kudeta yang gagal itu diserukan pemimpin oposisi Juan Guaido yang telah mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela. Beberapa tentara yang membelot telah bergabung dengan pemimpin Majelis Nasional atau Parlemen tersebut.
Upaya kudeta gagal dalam beberapa jam karena angkatan bersenjata sangat mendukung Maduro, presiden terpilih dalam pemilu 2018.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo telah menyatakan bahwa invasi terhadap Venezuela akan dilakukan jika hal itu diperlukan untuk menggulingkan Maduro. Pemerintah Presiden Donald Trump juga menegaskan bahwa semua opsi untuk krisis Venezuela ada di atas meja.
(mas)