Yazidi Irak Tak Menerima Anak-anak Hasil Pemerkosaan ISIS

Senin, 29 April 2019 - 14:03 WIB
Yazidi Irak Tak Menerima...
Yazidi Irak Tak Menerima Anak-anak Hasil Pemerkosaan ISIS
A A A
IRBIL - Dewan Spiritual Tertinggi Yazidi di Irak mengumumkan bahwa mereka tidak akan menerima anak-anak yang dilahirkan wanita akibat diperkosa oleh para militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Pengumuman ini seperti menjadi revisi dari pernyataan sebelumnya bahwa komunitas itu akan menerima semua korban ISIS yang selamat.

Militan ISIS menyerbu jantung kota komunitas Yazidi di barat laut Irak pada tahun 2014. Kelompok radikal itu membantai para pria dan memaksa wanita dan anak-anak menjadi budak. Kelompok tersebut berusaha memusnahkan komunitas itu karena dianggap melakukan tindakan bid'ah.

Sekitar 3.000 warga Yazidi masih hilang meski pasukan Kurdi yang didukung Amerika Serikat di Suriah sudah merebut kantong terakhir dari “kekhalifahan” ISIS. Banyak warga Yazidi yang masih hidup diyakini berlindung di kamp-kamp untuk warga sipil yang melarikan diri dari ISIS pada bulan-bulan terakhir pertempuran.

Pejabat Yazidi Ali Khedhir Ilyas mengatakan pada hari Minggu bahwa Dewan Spiritual Tertinggi di Irak mendorong perempuan Yazidi untuk kembali dengan anak-anak mereka, tidak peduli asal-usul mereka. "Tetapi, kita tidak bisa memaksa keluarga untuk menerima mereka yang lahir dari pemerkosaan," katanya, seperti dikutip AP, Senin (29/4/2019).

Beberapa wanita yang kembali dari Suriah telah menyerahkan anak-anak mereka untuk diadopsi karena keluarga mereka di Irak tidak akan menerima mereka. Yang lain menolak untuk kembali ke komunitas Yazidi.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Dewan Spiritual Tertinggi Yazidi mengatakan media telah mendistorsi arti dari pernyataan sebelumnya tentang wanita dan anak-anak Yazidi yang dipaksa menjadi budak ISIS pada tahun 2014.

Dikatakan pada dekrit sebelumnya bahwa komunitas Yazidi menerima perempuan yang selamat dan anak-anak mereka kembali ke komunitas. "Sama sekali, tidak berarti anak-anak yang lahir sebagai hasil dari pemerkosaan, sebaliknya, itu berkaitan dengan anak-anak yang lahir dari dua orang tua Yazidi dan diculik pada saat serangan ISIS," bunyi pengumuman dewan tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Denmark Tarik Pasukan...
Denmark Tarik Pasukan dari Suriah dan Irak, Ini Tujuannya
3 Negara Tetangga Indonesia...
3 Negara Tetangga Indonesia Penghasil Militan ISIS Terbanyak
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Berita Terkini
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
49 menit yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
2 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
3 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
5 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
6 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved