Lima Miliarder Aljazair Ditahan dalam Investigasi Korupsi

Selasa, 23 April 2019 - 13:14 WIB
Lima Miliarder Aljazair...
Lima Miliarder Aljazair Ditahan dalam Investigasi Korupsi
A A A
ALJAZAIR - Lima miliarder Aljazair yang sebagian dekat dengan mantan Presiden Abdelaziz Bouteflika ditahan dalam investigasi korupsi.

Kelima miliarder itu adalah Issad Rebrab yang merupakan pebisnis terkaya di negara itu dan empat saudara kandung dari keluarga Kouninef. Penahanan ini dilakukan setelah panglima militer Aljazair Letnan Jenderal Gaid Salah menyatakan sejumlah elit di negara kaya minyak dan gas alam itu akan diadili dalam kasus korupsi.

Pengadilan Aljazair telah memanggil mantan Perdana Menteri (PM) Ahmed Ouyahia dan Menteri Keuangan saat ini Mohamed Loukal yang merupakan orang dekat Bouteflika. “Kedua orang itu diselidiki dalam kasus penyalahgunaan uang publik,” papar laporan televisi Aljazair, dilansir Reuters.

Ouyahia menjabat beberapa kali sebagai PM di era pemerintahan Bouteflika. Dia juga memimpin partai RND yang merupakan mitra koalisi partai FLN yang dipimpin Bouteflika.

Adapun Loukal merupakan gubernur bank sentral di era Bouteflika.

Bouteflika mundur dua pekan lalu setelah 20 tahun berkuasa. Dia tunduk pada tekanan militer dan beberapa pekan unjuk rasa para pemuda Aljazair yang menginginkan perubahan.

Meski demikian, unjuk rasa yang dimulai sejak 22 Februari dan berjalan damai itu masih terus berlangsung di banyak tempat. Mereka mendesak dibersihkannya para elit yang pernah berkuasa di negara itu sejak kemerdekaan dari Prancis pada 1962. Mereka juga ingin semua elit yang terlibat korupsi dibawa ke pengadilan.

Bouteflika telah digantikan Abdelkader Bensalah, ketua majelis tinggi parlemen yang menjadi presiden sementara selama 90 hari hingga pemilu presiden digelar pada 4 Juli. Ratusan pengunjuk rasa masih turun ke jalan untuk mendesak pengunduran diri Bensalah dan para pejabat tinggi lainnya.

Bensalah menunjuk Ammar Haiwani sebagai pelaksana gubernur bank sentral. Posisi penting itu kosong sejak Loukal ditunjuk sebagai menteri keuangan oleh Bouteflika sebelum dia mengundurkan diri.

Militer sejauh ini terus memantau unjuk rasa damai yang kadang diikuti hingga ratusan ribu orang. Militer masih menjadi lembaga paling kuat di Aljazair yang terus mengalami krisis politik selama puluhan tahun terakhir.

Letnan Jenderal Salah menjelaskan, militer mempertimbangkan semua opsi untuk menyelesaikan krisis politik nasional dan memperingatkan waktu sudah habis. Salah tidak menjelaskan apa langkah yang akan diambil lagi oleh militer namun dia menambahkan, “Kami tidak memiliki ambisi selain melindungi bangsa kami.” (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Aljazair Tutup Wilayah...
Aljazair Tutup Wilayah Udara untuk Semua Pesawat Maroko
Aljazair Siap Produksi...
Aljazair Siap Produksi Massal Vaksin Coronavac
Perdana, PIEP Lepas...
Perdana, PIEP Lepas Pengapalan 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair ke RI
Macron Sebut Pembantaian...
Macron Sebut Pembantaian Warga Aljazair Kejahatan yang Tak Termaafkan
Aljazair Turut Kecam...
Aljazair Turut Kecam Pengakuan AS Atas Kedaulatan Maroko di Sahara Barat
Puan Maharani Resmikan...
Puan Maharani Resmikan Monumen Soekarno di Aljazair
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
45 menit yang lalu
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
1 jam yang lalu
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
2 jam yang lalu
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
3 jam yang lalu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
4 jam yang lalu
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
5 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved