Citra Satelit: Korut Memproses Ulang Bahan Bakar Bom Nuklir

Rabu, 17 April 2019 - 04:36 WIB
Citra Satelit: Korut...
Citra Satelit: Korut Memproses Ulang Bahan Bakar Bom Nuklir
A A A
WASHINGTON - Sebuah citra satelit menunjukkan aktivitas di situs nuklir utama Korea Utara (Korut) yang dikaitkan dengan pemrosesan ulang bahan radioaktif menjadi bahan bakar bom. Analisis gambar satelit itu diumumkan kelompok think tank Amerika Serikat (AS).

Setiap kegiatan pemrosesan ulang bahan bakar bom nuklir oleh rezim Korea Utara akan menggarisbawahi kegagalan pertemuan puncak kedua antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hanoi pada akhir Februari lalu. Pertemuan itu berakhir tanpa ada kesepakatan penting menuju denuklirisasi Korea Utara.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) kelompok think tank yang berbasis di Washington mengatakan dalam sebuah laporan bahwa citra satelit dari situs nuklir Yongbyon, Korea Utara, diambil mulai 12 April. Gambarnya menunjukkan lima gerbong khusus di dekat Fasilitas Pengayaan Uranium dan Laboratorium Radiokimia.

Menurut laporan tersebut, gerakan gerbong-gerbong di situs itu dapat mengindikasikan transfer bahan radioaktif.

"Di masa lalu, kereta api khusus ini telah dikaitkan dengan pergerakan bahan radioaktif atau kegiatan pemrosesan ulang," bunyi laporan tersebut, seperti dikutip Reuters, Rabu (17/4/2019).

"Aktivitas saat ini, bersama dengan konfigurasinya, tidak mengesampingkan kemungkinan keterlibatan mereka dalam aktivitas tersebut, baik sebelum atau setelah kegiatan pemrosesan ulang."

Jenny Town, seorang ahli Korea Utara di kelompok think tank Stimson Center, mengatakan bahwa jika proses ulang sedang berlangsung, itu akan menjadi perkembangan yang signifikan mengingat pembicaraan AS-Korea Utara pada tahun lalu dan kegagalan untuk mencapai kesepakatan di Hanoi tentang masa depan situs Yongbyon.

"Karena tidak ada kesepakatan dengan Korea Utara tentang Yongbyon, itu akan menjadi waktu yang menarik jika mereka memulai sesuatu dengan begitu cepat setelah (pertemuan) Hanoi," katanya.

Trump telah bertemu Kim dua kali dalam setahun terakhir untuk mencoba membujuknya agar meninggalkan program senjata nuklir yang mengancam Amerika Serikat, tetapi kemajuan sejauh ini masih sedikit.

Pembicaraan Hanoi gagal setelah Trump mengusulkan "kesepakatan besar" di mana sanksi terhadap Korea Utara akan dicabut jika negara itu menyerahkan semua senjata nuklir dan bahan fisilnya ke Amerika Serikat. Trump menolak langkah denuklirisasi parsial yang ditawarkan oleh Kim Jong-un, yang termasuk tawaran untuk membongkar situs Yongbyon.

Meskipun Kim telah mempertahankan komitmennya untuk menangguhkan uji coba rudal dan senjata nuklir sejak 2017, para pejabat AS mengatakan Korea Utara terus memproduksi bahan fisil yang dapat diproses untuk digunakan dalam bom.

Bulan lalu, seorang pejabat senior Korea Utara memperingatkan bahwa Kim Jong-un mungkin akan memikirkan kembali penangguhan uji coba rudal dan senjata nuklir kecuali Washington membuat konsesi.

Pekan lalu, Kim Jong-un mengatakan "gangguan" di Hanoi meningkatkan risiko menghidupkan kembali ketegangan. Dia mengaku hanya tertarik untuk bertemu Trump lagi jika Amerika Serikat datang dengan sikap yang benar.

Town mengatakan setiap pekerjaan pemrosesan ulang bahan radioaktif di Yongbyon akan menekankan pentingnya fasilitas dalam program nuklir Korea Utara.

"Ini akan menggarisbawahi bahwa itu adalah fasilitas aktif yang meningkatkan stok bahan fisil Korea Utara untuk meningkatkan arsenalnya."
(mas)
Berita Terkait
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Bom B61-12 Memungkinkan...
Bom B61-12 Memungkinkan Trump Rampas Senjata Nuklir Korut
Donald Trump Ingin Lucuti...
Donald Trump Ingin Lucuti Senjata Korut, Kim Jong-un Justru Janji Perbanyak Bom Nuklir
Jenderal AS: Kemampuan...
Jenderal AS: Kemampuan Senjata Nuklir Korea Utara Maju Pesat
Kim Jong-un Mau Berunding...
Kim Jong-un Mau Berunding dengan Trump Asalkan Tak Dipaksa Luncuti Senjata Nuklir Korut
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
8 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
9 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
10 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
11 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
12 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
13 jam yang lalu
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved