Kebakaran di Gangwon Korsel, 4.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 06 April 2019 - 10:11 WIB
Kebakaran di Gangwon...
Kebakaran di Gangwon Korsel, 4.000 Warga Mengungsi
A A A
SEOUL - Ribuan pemadam kebakaran dan tentara dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran di Korea Selatan (Korsel) yang menewaskan satu orang dan memaksa lebih dari 4.000 warga mengungsi.

Kebakaran terjadi di bagian timur Provinsi Gangwon sejak Kamis (4/4) malam dan menyebar ke sejumlah Kota Sokcho dan Gangneung, membakar lahan seluas 525 hektare dan sekitar 198 rumah, gudang dan bangunan lain hangus terbakar, kemarin.

”Sebanyak 2.263 warga diungsikan ke gedung olahraga dan sekolah pada Jumat (5/4), berkurang dari sekitar 4.230 orang sebelumnya. Sebanyak 52 sekolah diliburkan,” ungkap pernyataan pemerintah Korsel, dilansir Reuters .

Kebakaran di wilayah Sokcho itu telah terkendali dan sekitar 50% kebakaran di kawasan Gangneung telah teratasi. ”Presiden Korsel Moon Jae-in memerintahkan pengerahan seluruh sumber daya untuk memadamkan kebakaran hutan itu,” papar pernyataan kantor kepresidenan Korsel.

Presiden Moon mengunjungi wilayah di Provinsi Gangwon yang terkena dampak terburuk kebakaran itu. Dia bertemu warga yang terpaksa mengungsi dari rumahnya. Moon dan stafnya memakai jaket kuning sebagai simbol keadaan darurat nasional di negara itu.

Moon mengunjungi sekolah dasar di Goseong, tempat para pengungsi tinggal dan desa Jangcheon tempat banyak rumah warga terbakar. ”Saya harap Anda memberi perhatian lebih kepada para pengungsi yang sekarang mencari waktu untuk menenangkan nafas mereka,” tutur Moon kepada para pengungsi yang kehilangan rumahnya akibat kebakaran itu.

Dia menyatakan telah meminta para pejabat untuk menginformasikan kepada otoritas Korut jika kebakaran mendekati perbatasan. Saat ini tingkat popularitas presiden mencapai rekor terendah 41%, kemarin, karena kekhawatiran publik pada kondisi ekonomi.

”Sebanyak 872 truk pemadam kebakaran dan 3.251 personil pemadam dari seluruh penjuru negeri dikerahkan untuk mengatasi kebakaran tersebut,” papar Badan Pemadam Kebakaran Nasional Korsel. Kementerian Pertahanan (Kemhan) Korsel menyatakan, sebanyak 16.500 tentara, 32 helikopter militer, dan 26 truk pemadam kebakaran militer, telah dikerahkan.

Militer juga menyediakan bantuan makanan untuk 6.800 orang. Dana subsidi khusus sebesar USD3,52 juta akan dikucurkan untuk menangani kebakaran dan membersihkan dampak kebakaran. ”Dana pemulihan bencana sebesar 250 juta won diberikan untuk akomodasi sementara dan kebutuhan harian para pengungsi,” ungkap pernyataan Kementerian Keamanan Dalam Negeri Korsel.

Otoritas Korsel telah mendeklarasikan bencana nasional akibat kebakaran itu. Gambar-gambar yang dirilis di media sosial dan ditayangkan televisi menunjukkan dinding api yang menyala pada malam hari, gedung-gedung terbakar, dan asap hitam membubung di sepanjang sisi bukit sepanjang hari.

Kota Goseong yang mengalami kebakaran itu terletak di timur laut Korsel dan sekitar 45 km dari perbatasan dengan Korea Utara (Korut). Angin kencang membuat kebakaran dengan cepat menyebar ke wilayah sekitar di Sokcho, Gangneung, dan Donghai, hanya dalam beberapa jam.

”Beruntung, kebakaran utama telah dikontrol,” ungkap Gubernur Choi Moon-soon saat wawancara radio dengan YTN. Meski demikian, dia menambah kan bahwa beberapa wilayah masih terbakar.

Pemerintah pusat telah mendeklarasikan bencana nasional sehingga wilayah bencana akan mendapat bantuan khusus termasuk untuk peralatan dan bahan bantuan serta melarang warga masuk ke zona berbahaya. Korsel pernah mendeklarasikan bencana nasional pada 2007 saat kapal minyak mentah bocor hingga menumpahkan ribuan ton minyak ke laut di pantai barat. (Syarifudin)

(nfl)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
15 menit yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
1 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
2 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
3 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
4 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved