Warganya Dipancung Saudi Tanpa Notifikasi, Nigeria Protes

Sabtu, 06 April 2019 - 03:40 WIB
Warganya Dipancung Saudi...
Warganya Dipancung Saudi Tanpa Notifikasi, Nigeria Protes
A A A
ABUJA - Otoritas Arab Saudi mengeksekusi pancung wanita Nigeria atas tuduhan menyelundupkan narkoba. Eksekusi itu diprotes pemerintah Nigeria karena tanpa notifikasi atau pemberitahuan.

Kementerian Luar Negeri Nigeria mengatakan Kudirat Adesola Afolabi, seorang janda dua anak, dinyatakan bersalah atas penyelundupan narkoba ke Arab Saudi. Wanita itu dieksekusi pancung pada hari Senin lalu.

Menurut kementerian tersebut, 20 warga Nigeria lainnya menghadapi hukuman mati karena berbagai pelanggaran di Arab Saudi.

Abike Dabiri, asisten senior Presiden Nigeria untuk urusan luar negeri dan diaspora, mengatakan kepada CNN bahwa kementerian terkait telah terlibat dengan otoritas Saudi untuk meringankan hukuman terhadap Afolabi.

"Persidangan ini dilakukan secara diam-diam, dan kami hanya diberi tahu hasilnya setelah eksekusi," kata Dabiri, seperti dikutip CNN, Sabtu (6/4/2019).

Namun, Kedutaan Besar Arab Saudi di Nigeria mengklaim bahwa Afolabi telah menerima layanan hukum selama persidangannya dan sebelum hukuman mati dilaksanakan.

Menurut kedutaan tersebut, Kementerian Luar Negeri Saudi secara teratur berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Nigeria di Riyadh dan Konsulat Jenderal negara itu di Jeddah tentang warga negara mereka yang menghadapi persidangan di kerajaan.

Kedutaan itu menegaskan bahwa warga negara asing yang melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan melakukan pelanggaran berat, termasuk perdagangan narkoba, dapat dihukum mati.

"Kerajaan Arab Saudi tidak mengabaikan penegakan hukuman dalam masalah perdagangan narkoba dan bertekad untuk menerapkan hukum pada siapa pun yang terbukti, itu untuk memerangi perdagangan narkoba dan melindungi warganya dari ancaman berbahaya ini," lanjut kedutaan tersebut.

Kantor Amnesty International di Nigeria juga mengecam eksekusi terhadap Afolabi. "Kami mengutuk eksekusi wanita Nigeria oleh pemerintah Arab Saudi. Sejak 2014, 8 orang Nigeria telah dieksekusi," tulis kantor itu di Twitter melalaui akun @AmnestyNigeria, yang dikutip Sabtu (6/4/2019).

Kelompok HAM itu juga meminta pemerintah Nigeria untuk meninjau kembali undang-undang yang menetapkan hukuman mati untuk beberapa pelanggaran. Orang-orang yang dihukum karena pembunuhan, pengkhianatan dan terorisme dapat menghadapi hukuman mati di Nigeria.
(mas)
Berita Terkait
5 Negara yang Gemar...
5 Negara yang Gemar Makan Indomie, Kebanyakan Ada di Afrika
5 Negara yang Terapkan...
5 Negara yang Terapkan Hukuman Mati pada Penghina Nabi Muhammad, dari Arab Saudi hingga Nigeria
5 Negara Muslim yang...
5 Negara Muslim yang Tak Rayakan Isra Mikraj, Siapa Saja?
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Berita Terkini
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
55 menit yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
2 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
4 jam yang lalu
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
5 jam yang lalu
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
5 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved