Keluarga Korban Ethiopian Airlines Seret Boeing dan Maskapai ke Meja Hijau

Jum'at, 05 April 2019 - 15:45 WIB
Keluarga Korban Ethiopian...
Keluarga Korban Ethiopian Airlines Seret Boeing dan Maskapai ke Meja Hijau
A A A
CHICAGO - Keluarga perempuan asal Amerika Serikat (AS) yang tewas dalam kecelakaan Ethiopian Airlines Boeing 737 MAX mengajukan gugatan terhadap perusahaan penerbangan, Boeing Co dan Rosemount Aerospace Inc, yang membuat suku cadang pesawat yang menjadi fokus penyelidikan itu.

Gugatan itu diajukan ke pengadilan federal AS di Chicago oleh orang tua Samya Stumo. Menurut pengacaranya, Stumo sedang dalam perjalanan kerja ketika Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 jatuh pada 10 Maret lalu sesaat setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan semua 157 orang didalamnya.

Itu adalah gugatan pertama yang diajukan atas nama korban AS atas bencana Ethiopia Airlines dan yang pertama menargetkan maskapai penerbangan serta produsen suku cadang Rosemount, selain Boeing.

Sebuah laporan awal yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan pilot Ethiopian Airlines bergulat dengan kontrol untuk tetap tinggi tetapi jatuh ke tanah setelah memulihkan sistem komputer yang memerintahkan hidung pesawat turun karena data sensor yang salah.

Pesawat terlaris Boeing itu kemudian dikandangkan di seluruh dunia setelah bencana tersebut, yang terjadi lima bulan setelah jatuhnya pesawat Lion Air 737 MAX di Indonesia yang menewaskan 189 orang.

Dalam gugatannya, pihak korban menuduh Boeing menempatkan keuntungan di atas keselamatan dan mengatakan otoritas penerbangan nasional AS, FAA, juga harus bertanggung jawab atas sertifikasi Boeing 737 MAX

"Mereka yang bertanggung jawab untuk membuat dan menjual pesawat ini tidak memperlakukan Samya sebagaimana mereka memperlakukan anak perempuan mereka sendiri," kata ibu korban, Nadia Milleron, pada konferensi pers seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/4/2019).

Milleron mengatakan dengan berlinangan air mata bahwa bencana Ethiopia Airlines bisa dicegah setelah Lion Air jatuh.

"Orang-orang yang meninggal di Indonesia (...) kematian mereka seharusnya tidak sia-sia," cetusnya.

Dalam sebuah pernyataan menyusul laporan awal dari otoritas Ethiopia, Boeing mengatakan informasi perekam data penerbangan menunjukkan pesawat memiliki sudut input sensor manuver yang keliru mengaktifkan sistem yang dikenal sebagai MCAS, mirip dengan bencana Lion Air.

Rosemount Aerospace Inc adalah perusahaan yang membuat sensor angle of attack.

Boeing yang berbasis di Chicago, yang juga menjadi mendapatkan tuntutan hukum atas kecelakaan di Indonesia pada 29 Oktober lalu, telah mengerjakan perbaikan perangkat lunak dan pedoman pelatihan baru untuk pesawat 7373 MAX.

Pengacara untuk keluarga Stumo juga telah mengajukan tuntutan gugatan federal terhadap FAA atas kecelakaan Ethiopia Airlines. Namun para ahli hukum mengatakan bahwa kasus-kasus ini menghadapi rintangan besar karena pejabat pemerintah dan lembaga pada umumnya kebal dari tuntutan hukum perdata.

Stumo, berasal dari Massachusetts, adalah keponakan dari aktivis konsumen Ralph Nader, yang menyerukan boikot 737 MAX.
(ian)
Berita Terkait
Tertidur Saat Pesawat...
Tertidur Saat Pesawat Mengangkasa, Pilot Ethiopian Airlines Diskors
Ngeri! Pilot Pesawat...
Ngeri! Pilot Pesawat Ethiopian AirlinesĀ Tertidur Saat Terbang
Sensor AOA Boeing 737-8...
Sensor AOA Boeing 737-8 Max Jadi Penyebab Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines
Jadikan Thong sebagai...
Jadikan Thong sebagai Masker, Pria AS Ditendang dari Pesawat United Airlines
Boeing Beri Kompensasi...
Boeing Beri Kompensasi Keluarga Korban 737 MAX Ethiopian Airlines, Bagaimana dengan Lion Air?
Eks Investigator NTSB:...
Eks Investigator NTSB: Pilot Ingin Bawa Pesawat MH370 ke Pangkalan AS di Diego Garcia
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
35 menit yang lalu
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
2 jam yang lalu
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
10 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
11 jam yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
12 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved