Ingin Kembali ke Wilayah Suriah, Pasangan Pengungsi Dibunuh

Rabu, 03 April 2019 - 07:31 WIB
Ingin Kembali ke Wilayah...
Ingin Kembali ke Wilayah Suriah, Pasangan Pengungsi Dibunuh
A A A
JLEB - Gerilyawan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Suriah dilaporkan telah membunuh pasangan keluarga di kamp Rukban. Pasangan itu dihabisi karena menyatakan keinginan mereka untuk kembali ke wilayah yang dikuasai oleh pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh perwakilan Komisi Rekonsiliasi Nasional Ahmed Munir.

"Kemarin, seorang pria dan istrinya dibunuh di kamp hanya karena mengatakan: 'Suriah adalah rumah kami dan kami ingin kembali ke rumah.' Orang-orang itu dibunuh oleh gerilyawan, mereka adalah pahlawan yang mati karena mengekspresikan pendapat mereka. Mereka hidup lebih lama dibanding dua anaknya," kata pejabat pemerintah Suriah selama konferensi koordinasi kedua tentang penarikan pengungsi dan penutupan kamp Rukban, yang diadakan pada hari Selasa di pos pemeriksaan Jleb.

Munir mengatakan meskipun para militan dari kelompok teroris ISIS masih bersembunyi di kamp, ​​mayoritas penghuninya adalah orang-orang biasa yang ingin kembali ke rumah mereka.

"Saya tahu orang-orang yang tinggal di kamp, ​​saya berkomunikasi dengan mereka. Mereka adalah orang-orang biasa yang ingin pergi. Tetapi ada juga militan, teroris ISIS, yang berdagang dalam dolar AS, terlibat perdagangan dan penyelundupan narkoba, yang bahkan menyita bantuan kemanusiaan PBB serta kemudian menjualnya kepada penduduk. Informasi ini sudah diketahui, bahkan PBB tahu tentang itu," tuturnya seperti dikutip dari TASS, Rabu (3/4/2019).

Pejabat itu menegaskan bahwa pemerintah Suriah siap menampung para pengungsi dari Rukban.

"Negara kami siap untuk rekonsiliasi dan pengampunan, jadi inilah saran saya kepada Anda: buat keputusan, jangan menyerah pada tekanan AS," tegasnya.

Munir menambahkan bahwa situasi kemanusiaan di kamp itu mengerikan.

"Perempuan lapar, anak-anak lapar, mereka tidak punya pakaian hangat, anak-anak tidak divaksinasi, mereka tidak pergi ke sekolah, mereka tidak punya apa-apa," katanya.

"Kembalilah ke rumahmu, kembali ke kehidupan normal," imbuhnya.

Kamp pengungsi Rukban berada di perbatasan Suriah-Yordania pada 2014 setelah Amman menutup perbatasannya karena masalah keamanan dan ekonomi. Daerah itu, yang dikendalikan oleh kelompok-kelompok bersenjata ilegal, sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang parah.
(ian)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
8 menit yang lalu
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
48 menit yang lalu
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
1 jam yang lalu
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
1 jam yang lalu
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
2 jam yang lalu
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
2 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved