Prabowo Sebut Pertahanan Lemah, Militer RI Nomor 15 di Atas Israel
Senin, 01 April 2019 - 15:44 WIB
Prabowo Sebut Pertahanan Lemah, Militer RI Nomor 15 di Atas Israel
A
A
A
JAKARTA - Kandidat presiden nomor urut dua Prabowo Subianto menyebut kondisi pertahanan dan keamanan di Indonesia masih lemah karena anggaran pertahanan masih kecil. Namun, situs Global Fire Power mencatat kekuatan militer Indonesia berada di urutan ke-15 dunia tepat di atas Israel.
Pernyataan Prabowo itu muncul dalam debat calon presiden (capres) yang digelar hari Sabtu malam pekan lalu. Dalam debat tersebut, dia berhadapan dengan rivalnya, kandidat petahana Joko Widodo (Jokowi).
Prabowo mengatakan Indonesia tidak memiliki kekuatan militer yang kuat untuk bisa mengantisipasi gangguan yang mengancam kedaulatan negara. Jika pertahanan dan keamanan negara tak begitu kuat, kata dia, politik diplomasi luar negeri yang bagus pun tidak akan ada artinya.
"Maaf. mungkin Pak Jokowi dapat berisik-berisik yang kurang tepat. Jadi Rp107 triliun itu ya lima persen dari APBN kita atau 0,8 persen dari GDP kita. Padahal Singapura itu, anggaran pertahanannya 30 persen dari APBN-nya, tiga persen dari GDP-nya," kata Prabowo.
"Saya pengalaman Pak, di tentara. Budaya ABS (asal bapak senang) banyak Pak, kalau ketemu panglima, Pak aman semua pak, terkendali semua, radar cukup. Tidak benar Pak. Saya tidak menyalahkan bapak, ini budaya Indonesia, ABS. Jadi mohon kita kaji. Pertahanan sangat penting, kita tidak mau mengancam siapa pun, tapi kita lemah Pak, mungkin Menteri bapak sudah beri tahu gak berapa peluru yang dibutuhkan kalau kita perang," lanjut Prabowo.
Kandidat presiden petahana atau capres nomor urut satu Jokowi merespons dengan menjamin bahwa pertahanan dan keamanan negara Indonesia sudah terjaga dengan baik. Menurutnya, radar militer sudah mampu mengawasi seluruh wilayah Indonesia yang sangat luas ini.
Sedangkan soal anggaran pertahanan yang masih kecil, Jokowi berujar bahwa anggaran pertahanan mendapat porsi terbesar kedua setelah Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU). Namun, dia setuju bahwa peningkatan anggaran pertahanan perlu untuk dikaji.
“Radar maritim kita, radar udara kita, sudah menguasai seluruh wilayah kita 100 persen. Ada 19 titik radar udara kita yang telah terkoneksi. Ada 11 titik radar maritim kita di samudra yang telah terkoneksi," katanya.
"Mengenai anggaran, di Kemenhan sudah Rp107 triliun atau anggaran terbesar kedua setelah Kementerian PU. Artinya perhatian kita terhadap pertahanan bukan main-main. Bahwa masih ada proses yang kurang inilah yang harus kita perbaiki sebagai pemimpin," ujarnya.
SINDOnews.com , pada Senin (1/4/2019) mengutip data Global Fire Power tentang rincian kekuatan militer Indonesia. Situs itu menyajikan data kekuatan militer berbagai negara di dunia dalam laporan berjudul " 2019 Military Strength Ranking (BETA) ". Berikut peringkat kekuatan militer dunia, di mana Indonesia berada di urutan ke-15;
1. Amerika Serikat
2. Rusia
3. China
4. India
5. Prancis
6. Jepang
7. Korea Selatan
8. Inggris
9. Turki
10. Jerman
11. Italia
12. Mesir
13. Brazil
14. Iran
15. Indonesia
16. Israel
17. Pakistan
18. Korea Utara
19.Australia
20 Spanyol
Sedangkan rincian kekuatan militer Indonesia adalah sebagai berikut
Total Tentara: 800.000 personel (estimasi)
Tentara Aktif: 400.000 personel
Tentara Cadangan: 400.000 personel
Total Pesawat: 451 unit
Pesawat Fighter: 41 unit
Pesawat Penyerang: 65 unit
Pesawat Transport: 62 unit
Pesawat Latih: 104 unit
Total Helikopter: 192 unit
Helikopter Penyerang: 8 unit
Tank Tempur: 315 unit
Kendaraan Tempur Lapis Baja: 1.300 unit
Self-propelled Aritellery: 141 unit
Towed Artilerry: 356 unit
Proyektor Roket: 36 unit
Aset Angkatan Laut: 221 unit
Frigat: 8 unit
Korvet: 24 unit
Kapal Selam: 5 Unit
Kapal Patroli: 139 unit
Mine Warfare: 11 unit
Pernyataan Prabowo itu muncul dalam debat calon presiden (capres) yang digelar hari Sabtu malam pekan lalu. Dalam debat tersebut, dia berhadapan dengan rivalnya, kandidat petahana Joko Widodo (Jokowi).
Prabowo mengatakan Indonesia tidak memiliki kekuatan militer yang kuat untuk bisa mengantisipasi gangguan yang mengancam kedaulatan negara. Jika pertahanan dan keamanan negara tak begitu kuat, kata dia, politik diplomasi luar negeri yang bagus pun tidak akan ada artinya.
"Maaf. mungkin Pak Jokowi dapat berisik-berisik yang kurang tepat. Jadi Rp107 triliun itu ya lima persen dari APBN kita atau 0,8 persen dari GDP kita. Padahal Singapura itu, anggaran pertahanannya 30 persen dari APBN-nya, tiga persen dari GDP-nya," kata Prabowo.
"Saya pengalaman Pak, di tentara. Budaya ABS (asal bapak senang) banyak Pak, kalau ketemu panglima, Pak aman semua pak, terkendali semua, radar cukup. Tidak benar Pak. Saya tidak menyalahkan bapak, ini budaya Indonesia, ABS. Jadi mohon kita kaji. Pertahanan sangat penting, kita tidak mau mengancam siapa pun, tapi kita lemah Pak, mungkin Menteri bapak sudah beri tahu gak berapa peluru yang dibutuhkan kalau kita perang," lanjut Prabowo.
Kandidat presiden petahana atau capres nomor urut satu Jokowi merespons dengan menjamin bahwa pertahanan dan keamanan negara Indonesia sudah terjaga dengan baik. Menurutnya, radar militer sudah mampu mengawasi seluruh wilayah Indonesia yang sangat luas ini.
Sedangkan soal anggaran pertahanan yang masih kecil, Jokowi berujar bahwa anggaran pertahanan mendapat porsi terbesar kedua setelah Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU). Namun, dia setuju bahwa peningkatan anggaran pertahanan perlu untuk dikaji.
“Radar maritim kita, radar udara kita, sudah menguasai seluruh wilayah kita 100 persen. Ada 19 titik radar udara kita yang telah terkoneksi. Ada 11 titik radar maritim kita di samudra yang telah terkoneksi," katanya.
"Mengenai anggaran, di Kemenhan sudah Rp107 triliun atau anggaran terbesar kedua setelah Kementerian PU. Artinya perhatian kita terhadap pertahanan bukan main-main. Bahwa masih ada proses yang kurang inilah yang harus kita perbaiki sebagai pemimpin," ujarnya.
SINDOnews.com , pada Senin (1/4/2019) mengutip data Global Fire Power tentang rincian kekuatan militer Indonesia. Situs itu menyajikan data kekuatan militer berbagai negara di dunia dalam laporan berjudul " 2019 Military Strength Ranking (BETA) ". Berikut peringkat kekuatan militer dunia, di mana Indonesia berada di urutan ke-15;
1. Amerika Serikat
2. Rusia
3. China
4. India
5. Prancis
6. Jepang
7. Korea Selatan
8. Inggris
9. Turki
10. Jerman
11. Italia
12. Mesir
13. Brazil
14. Iran
15. Indonesia
16. Israel
17. Pakistan
18. Korea Utara
19.Australia
20 Spanyol
Sedangkan rincian kekuatan militer Indonesia adalah sebagai berikut
Total Tentara: 800.000 personel (estimasi)
Tentara Aktif: 400.000 personel
Tentara Cadangan: 400.000 personel
Total Pesawat: 451 unit
Pesawat Fighter: 41 unit
Pesawat Penyerang: 65 unit
Pesawat Transport: 62 unit
Pesawat Latih: 104 unit
Total Helikopter: 192 unit
Helikopter Penyerang: 8 unit
Tank Tempur: 315 unit
Kendaraan Tempur Lapis Baja: 1.300 unit
Self-propelled Aritellery: 141 unit
Towed Artilerry: 356 unit
Proyektor Roket: 36 unit
Aset Angkatan Laut: 221 unit
Frigat: 8 unit
Korvet: 24 unit
Kapal Selam: 5 Unit
Kapal Patroli: 139 unit
Mine Warfare: 11 unit
(mas)