Seorang Pelawak Unggul dalam Pilpres Ukraina

Senin, 01 April 2019 - 14:42 WIB
Seorang Pelawak Unggul...
Seorang Pelawak Unggul dalam Pilpres Ukraina
A A A
KIEV - Seorang komedian atau pelawak tanpa pengalaman politik menerima suara terbanyak dalam putaran pertama pemilihan presiden (pilpres) Ukraina, hari Minggi. Perolehan suara komedian bernama Volodymyr Zelenskiy, 41, telah mengalahkan kandidat presiden petahana Petro Poroshenko.

"Ini hanya langkah pertama menuju kemenangan besar," Zelenskiy kepada wartawan di Kiev setelah penghitungan suara ditutup, Minggu (31/3/2019) malam.

Zelenskiy adalah bintang acara komedi situasi (sitkom) televisi, di mana dia memerankan seorang guru yang menjadi presiden setelah video dia mencela korupsi.

Menurut jajak pendapat dari Institut Sosiologi Internasional Kiev dan organisasi opini publik Razumkov, pelawak tersebut unggul dari 39 kandidat lainnya dengan 30,4 persen suara. Sedangkan Poroshenko mendapat 17,8 persen suara dan mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko menempatu urutan ketiga dengan 14,2 persen suara.

Hasil resmi penghitungan suara oleh komisi pemilu setempat dijadwalkan keluar hari Senin (1/4/2019). Jika hasil jajak pendapat dari lembaga-lembaga itu berlaku atau sesuai dengan hasil penghitungan versi komisi pemilu, maka Zelenskiy dan Poroshenko akan bersaing dalam pilpres putaran kedua pada 21 April 2019 mendatang.

Zelenskiy, seperti halnya dalam perannya sebagai komedian, menjadikan korupsi sebagai fokus pencalonannya. Dia mengusulkan larangan seumur hidup untuk memegang jabatan publik bagi siapa saja yang dihukum karena korupsi. Dia juga menyerukan negosiasi langsung dengan Rusia untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina timur.

"Kehidupan baru, kehidupan normal mulai," kata Zelenskiy setelah dia memberikan suara di Kiev. "Kehidupan tanpa korupsi, tanpa suap," katanya lagi.

Pemungutan suara di Ukraina dibayangi oleh tuduhan pembelian suara secara meluas. Polisi mengatakan mereka telah menerima lebih dari 1.600 pengaduan pelanggaran pada hari pemungutan suara di samping ratusan klaim kecurangan pemungutan suara sebelumnya, termasuk upaya suap dan mengeluarkan surat suara dari tempat pemungutan suara.

Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengaku "dihujani" dengan ratusan klaim bahwa para pendukung Poroshenko dan Tymoshenko telah menawarkan uang sebagai ganti suara.

Kurangnya pengalaman Zelenskiy membantu popularitasnya, karena pemilih sedang dilanda kekecewaan yang meluas terhadap elite politik negara itu.

"Zelenskiy telah menunjukkan kepada kita di layar seperti apa seharusnya presiden yang sebenarnya," kata seorang pemilih, Tatiana Zinchenko, 30. "Dia menunjukkan apa yang harus dicita-citakan oleh pemimpin negara, untuk memerangi korupsi dengan perbuatan, bukan kata-kata, membantu orang miskin, mengendalikan para oligarki."

"(Kami) tidak percaya pada politisi tua. Mereka berada di pucuk pimpinan dan situasi di negara ini semakin memburuk, korupsi merajalela dan perang terus berlanjut," kata seorang pengusaha, Valery Ostrozhsky, 66, yang mengaku memilih Zelenskiy, seperti dikutip Fox News.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Rusia Terus Gempur Pertahanan...
Rusia Terus Gempur Pertahanan Pasukan Ukraina di Kota Urozhainoye, Donetsk Selatan
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Sergey Surovikin Peringatkan...
Sergey Surovikin Peringatkan Bos Tentara Bayaran Berhenti Memberontak
Kendaraan Perang Rusia...
Kendaraan Perang Rusia Melintasi Perbatasan Ukraina dari Krimea
Detik-detik Bom Rusia...
Detik-detik Bom Rusia Hancurkan Gedung Pemerintahan
Berita Terkini
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
26 menit yang lalu
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
3 jam yang lalu
Pakar Militer Israel...
Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
4 jam yang lalu
2 Tentara AS Tewas Dirudal...
2 Tentara AS Tewas Dirudal Iran, Anggota DPR Iran: Silakan Melarikan Diri
6 jam yang lalu
The Wall Street Journal...
The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
7 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved