Pasukan Antariksa AS akan Lawan Ancaman Senjata Hipersonik Rusia

Kamis, 21 Maret 2019 - 06:26 WIB
Pasukan Antariksa AS...
Pasukan Antariksa AS akan Lawan Ancaman Senjata Hipersonik Rusia
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat akan menggunakan cabang baru militernya, Pasukan Antariksa, untuk melawan ancaman sistem senjata hipersonik yang sedang dikembangkan oleh Rusia dan China. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertahanan Patrick Shanahan.

"Kami menyusun peta panduan, dan peta panduan ini adalah tentang bagaimana kami memanfaatkan antariksa untuk mengurangi ancaman terhadap Amerika Serikat," kata Shanahan dalam sebuah acara di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington, seperti dikutip Sputnik, Kamis (21/3/2019).

"Elemen pertama dalam peta panduan adalah bagaimana kita melawan (senjata) hipersonik yang berisiko bagi penduduk pria dan wanita kami dan bagi tanah air kami," ujarnya.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menuduh Washington membuat aspirasi untuk membangun supremasi militer unilateral dan untuk melakukan penelitian serta mengembangkan senjata maju," kata Geng.

Komentar Geng tersebut merujuk pada pengumuman yang dibuat oleh Shanahan beberapa hari yang lalu bahwa Washington menciptakan Badan Pengembangan Antariksa (SDA) baru untuk mendefinisikan, memantau arsitektur antariksa yang digerakkan oleh ancaman di masa depan dan mempercepat pembangunan sambil mengurangi tumpang tindih birokrasi dan ketidakefisienan.

Pada akhirnya, SDA akan ditransfer ke Angkatan Antariksa AS yang diusulkan pemerintah Trump, meski perlu disetujui oleh Kongres terlebih dahulu.

Seperti yang diklaim Pentagon sebelumnya, China dan Rusia diduga telah menguji coba sistem peluncur hipersonik untuk senjata terbaru mereka. Dugaan itu mendorong Amerika Serikat dalam setahun terakhir untuk menghidupkan kembali upaya yang telah lama terhenti untuk mengembangkan senjata hipersonik.

Departemen itu juga menyebut Rusia dan China sebagai ancaman utama terhadap kemampuan antariksa AS. Dalam laporan mereka tentang pengembangan kemampuan Angkatan Udara, para pejabat Pentagon mencatat bahwa upaya akan fokus pada pengawasan global untuk penargetan rudal dan prioritas lainnya.
(mas)
Berita Terkait
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
China Blak-blakan Ungkap...
China Blak-blakan Ungkap Tujuan Amerika Serikat di Ukraina
Putin Tegaskan China...
Putin Tegaskan China Segera Mengakhiri Dominasi Amerika Serikat
China: Amerika Serikat...
China: Amerika Serikat Ancaman Nuklir Utama di Dunia!
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Amerika Serikat Menentang...
Amerika Serikat Menentang Keras Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia
Berita Terkini
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
30 menit yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
1 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
2 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
3 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
4 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
5 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved